MANOKWARI, Lini Papua.id – Tuan rumah Papua Barat membidik target juara umum untuk mempertahankan piala presiden pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV. Target tinggi tersebut dipasang setelah kontingen tuan rumah sukses mengamankan trofi bergengsi itu pada dua penyelenggaraan sebelumnya.
“Kita pernah juara berturut-turut, maka tahun ini jangan biarkan piala presiden pergi dari Kota Manokwari. Mari kita rebut,” ujar Ketua Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Papua Barat Nataniel Mandacan saat memberikan keterangan di hadapan kontingen dan panitia, Rabu (17/6/2026).
Kekuatan penuh tuan rumah dikerahkan dengan mengikuti seluruh kategori lomba yang dipertandingkan. Kontingen Papua Barat tercatat berkekuatan 261 orang yang terdiri atas 223 peserta lomba, 12 pelatih, 12 dirigen, 2 peserta seminar, 2 peserta pameran, serta 12 ofisial.

“Papua Barat siap mengikuti seluruh kategori yang diperlombakan,” kata Nataniel.
Selain mengincar prestasi, keikutsertaan kontingen ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas iman dan mengembangkan seni budaya gerejawi. Agenda nasional ini juga menjadi wadah mempererat persaudaraan antarumat sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Seluruh peserta yang memperkuat tim merupakan hasil seleksi ketat tingkat provinsi. Mereka berasal dari 4 wilayah cakupan, yakni Kabupaten Kaimana, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, dan Kabupaten Fakfak.
Persiapan matang telah dilaksanakan melalui berbagai tahapan teknis terstruktur. Langkah tersebut meliputi seleksi peserta, pemusatan latihan (training center), pembinaan mental rohani, koordinasi teknis, hingga penyediaan akomodasi serta transportasi.
“Persiapan kontingen telah dilakukan secara matang mulai dari seleksi tingkat provinsi, training center, pembinaan mental dan rohani, koordinasi teknis, serta penyediaan kebutuhan transportasi dan akomodasi,” tutur Nataniel.
Dukungan serta doa dari seluruh lapisan masyarakat diharapkan mampu mendongkrak motivasi tanding para peserta. Hal tersebut dinilai penting demi menjaga nama harum daerah sepanjang kompetisi.
“Kami berharap dukungan dan doa masyarakat Papua Barat agar dapat mengikuti kegiatan dengan baik, menjaga nama harum daerah, dan membawa hasil yang membanggakan,” ucap Nataniel.
Nataniel mengakui antangan besar harus dihadapi lantaran ajang ini diikuti oleh kontingen dari 38 provinsi di Indonesia. Dia mengingatkan bahwa seluruh hasil akhir perjuangan tetap berada di tangan Tuhan.
“Kita hanya bisa berusaha, namun Tuhan yang memberikan hasilnya,” pungkasnya. (LP14/red)








