Bestari Saintek Unipa Latih Warga Mokwam Olah Hasil Tani Jadi Produk UMKM

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Tim Bestari Saintek Universitas Papua (Unipa) melatih warga Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mengolah hasil pertanian menjadi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelatihan ini memperkenalkan pengolahan ubi jalar, pisang, dan nanas menjadi produk pangan untuk meningkatkan nilai jual hasil tani lokal.

“Harapannya, potensi tersebut tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” ujar anggota tim periset Unipa, Soleman Imbiri, saat ditemui wartawan di Lab Teknologi Hasil Pertanian Unipa, Sabtu (10/10/2026).

Soleman mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Smart Agro Eco Tourism atau agroekoeduwisata. Program ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk pertanian, pengelolaan usaha kampung, dan wisata berbasis potensi lokal.

Warga diperkenalkan dengan pembuatan keripik ubi jalar, keripik pisang, selai nanas, dan sirup nanas. Produk olahan tersebut diharapkan lebih tahan disimpan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Mokwam.

Menurut Soleman, tim Unipa lebih dahulu melakukan survei dan berdiskusi dengan warga untuk mengidentifikasi potensi pertanian yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan kampung. Hasil pertanian setempat meliputi ubi jalar, pisang, nanas, sayuran, labu siam, dan buah merah.

Namun, pemasaran hasil pertanian masih menghadapi kendala, terutama biaya transportasi untuk menjangkau pasar di Kota Manokwari. Pengolahan menjadi produk siap jual diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil tani sekaligus memperluas peluang pemasaran.

Soleman menjelaskan pelatihan dilakukan secara bertahap, mulai dari proses produksi hingga persiapan pemasaran. Materinya mencakup teknik pengolahan, pengaturan suhu api, pemotongan bahan, pengolahan rasa, pengemasan, dan pemberian label produk.

Dia menegaskan keberlanjutan usaha tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan produksi. Tata kelola Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM) juga perlu diperkuat agar produk warga dapat dihimpun dan dipasarkan secara terorganisasi.

Salah satu potensi yang turut dikembangkan adalah buah merah. Soleman menyebut Kepala Kampung Agustinus Ullo memiliki sekitar 1.000 pohon buah merah yang berpeluang dikembangkan menjadi produk olahan, termasuk minyak buah merah untuk dipasarkan melalui BUMKAM.

Selain buah merah, tim Unipa mengembangkan pembibitan kopi Arabika yang telah mencapai lebih dari 4.000 bibit. Pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung wisata berbasis perkebunan di Mokwam.

“Kami punya mimpi, wisatawan datang bukan hanya menikmati pemandangan, tetapi juga bisa memetik kopi dan menikmati kopi di tempatnya,” kata Soleman.

Program agroekoeduwisata itu juga mencakup penataan lanskap kampung, penanaman bunga, dan peningkatan kemampuan warga dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan. Tim turut mendorong pengembangan produk ekonomi kreatif, seperti noken, topi, dan pakaian bermotif burung.

Pengembangan wisata juga diarahkan untuk menghubungkan kampung Kwau, Mokwam, Syou, Amber, Asar Bei, dan Maibriy. Konektivitas antarkampung diharapkan memperluas peluang wisata sekaligus membantu pemasaran produk lokal.

Soleman mengatakan pelaksanaan program melibatkan perguruan tinggi, pemerintah kampung, pemerintah distrik, Dinas Pariwisata, Badan Riset dan Inovasi Daerah, Dinas Kehutanan, serta mitra di bidang agroforestri. Kolaborasi tersebut mendukung pengembangan potensi pertanian dan wisata di kawasan Mokwam.

Sementara itu, Ketua Tim Mahasiswa, Heri Robaha, mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unipa angkatan 2023, mengatakan keterlibatannya dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) memberinya pengalaman mendampingi masyarakat dan mempelajari pengolahan hasil pertanian.

“Banyak pengetahuan baru yang kami dapatkan, terutama tentang pengolahan produk lokal seperti selai dan sirup nanas. Pengalaman ini juga menjadi bekal bagi kami untuk belajar berwirausaha dan berbagi pengetahuan dengan masyarakat,” tutur Heri.

Dia mengatakan warga Mokwam menyambut baik kehadiran mahasiswa dan turut membantu pelaksanaan program. Namun, koordinasi menjadi tantangan karena sebagian besar warga bekerja di kebun pada siang hari sehingga mahasiswa lebih sering menemui mereka pada malam hari.

Kegiatan KKN berlangsung hampir dua bulan dengan melibatkan 10 mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Pertanian Unipa. Mahasiswa juga dilibatkan dalam pelatihan lanjutan yang dijadwalkan pada Sabtu agar tidak mengganggu perkuliahan.

Heri menilai keberlanjutan program bergantung pada kemampuan masyarakat menjaga produksi, kualitas, dan keamanan pangan, serta menyiapkan kemasan yang menarik. Ketersediaan pasar yang berkelanjutan dan penguatan BUMKAM juga diperlukan agar usaha warga tetap berjalan setelah pelatihan berakhir.

“Pengembangan produk olahan dan agroekoeduwisata, kami berharap potensi pertanian Distrik Mokwam dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus menjadi daya tarik wisata berbasis kearifan lokal,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

HUT Ke-27 Papua Barat, Gubernur Dominggus Pimpin Ziarah ke Taman Makam...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memimpin ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-27 Provinsi...

More like this

HUT Ke-27 Papua Barat, Gubernur Dominggus Pimpin Ziarah ke Taman Makam Pahlawan

MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memimpin ziarah ke Taman Makam Pahlawan...

‎Gubernur Dominggus Dorong Produk Lokal Papua Barat Tembus Pasar Nasional

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan...

Jerry Suila Jadi Pendaftar Pertama Ketua PSSI Papua Barat, Berkas Lengkap

MANOKWARI, LinkPapua.id – Markus Jerry Suila menjadi pendaftar pertama calon ketua Asosiasi Provinsi (Asprov)...