26.4 C
Manokwari
Selasa, Maret 24, 2026
26.4 C
Manokwari
More

    Wakil Ketua Komisi VII DPR RI: Rp1,4 Triliun Tak Cukup Bangun Papua Barat Daya

    Published on

    SORONG, LinkPapua.com – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyebut alokasi anggaran sebesar Rp1,4 triliun untuk Provinsi Papua Barat Daya jauh dari cukup untuk membangun daerah otonom baru tersebut.

    Menurutnya, besaran anggaran itu tidak sebanding dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan pariwisata di wilayah yang tengah berjuang mengejar ketertinggalan.

    “Di daerah-daerah yang biasa saja, bukan Jawa ya, itu anggarannya sudah di atas Rp2 atau Rp3 triliun. Di Jawa bahkan bisa lebih dari Rp10 triliun. Nah, bagaimana Papua Barat Daya hanya diberi Rp1,4 triliun?” ujar Chusnunia dikutip laman resmi DPR RI, Minggu (1/6/2025).

    Baca juga:  Wabup Bintuni Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Soroti Pentingnya Ideologi di Era Digital

    Politisi Fraksi PKB ini juga menyoroti kontribusi besar Papua terhadap perekonomian nasional, termasuk pemasukan fiskal dan devisa negara. Namun, menurutnya, kontribusi itu belum diimbangi dengan perhatian anggaran dari pemerintah pusat.

    “Papua ini kirim banyak sekali loh, fiskal ke Indonesia. Kalau cuma dikasih Rp1,4 triliun, mereka bisa lakukan apa?” katanya.

    Dia juga menyinggung pentingnya kesiapan destinasi wisata unggulan seperti Raja Ampat, terlebih dengan adanya penerbangan langsung dari Bali. Tanpa dukungan anggaran yang memadai, Chusnunia khawatir potensi besar itu tak bisa dimanfaatkan maksimal.

    Baca juga:  Warga Kota Sorong Meriahkan HUT Kemerdekaan RI dengan Lomba Kreatif dan Unik

    “Kalau kita bicara pariwisata, beyond Bali, ya kita harus urus kesiapan Raja Ampat. Kalau anggarannya segitu, bisa lakukan apa?” ucapnya.

    Selain pariwisata, pembangunan infrastruktur dasar di Papua Barat Daya masih menjadi kebutuhan mendesak. Sebagai provinsi hasil pemekaran, banyak fasilitas pemerintahan dan pelayanan publik yang harus dibangun dari nol. Dia menilai Sorong memiliki potensi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan aktivitas lainnya di kawasan timur Indonesia.

    “Namanya tadinya semua di pusat, kemudian pecah. Banyak fasilitas yang harus dibangun. Sorong ini dihadapkan jadi hub apa pun, ekonomi, pariwisata, bidang apa saja. Itu butuh dana besar,” ungkapnya.

    Baca juga:  Kapolres Teluk Bintuni: Jika Terbukti Bersalah, FNE Bisa PTDH

    Sebagai langkah strategis, Chusnunia mendorong keterlibatan sektor swasta. Ia menyarankan agar pemerintah membuka ruang investasi, termasuk mikro investasi, untuk menutup kekurangan anggaran negara.

    “Ya udah deh, kita nggak bisa hanya ngandelin anggaran negara. Coba pikirkan libatkan swasta, dan bahkan mungkin investor besar juga. Kalau jumlahnya tidak banyak, ya kita buka mikro investasi, kenapa tidak?” tutupnya. (*/red)

    Latest articles

    Persipegaf Launching Jersey Baru, Siap Arungi Liga 4

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba S.Pd.K., M.Si bersama Sekretaris Daerah, Ever Dowansiba S.IP, M.Si resmi melauncing jersey baru tim kebanggaan masyarakat Pegunungan...

    More like this

    Pengusaha Minta Pemerintah Tak Buru-Buru Terapkan WFH: Lihat Produktivitas!

    JAKARTA, LinkPapua.id - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Apindo bereaksi terhadap wacana pemerintah yang...

    Pemerintah Kaji WFH Tiap Jumat untuk ASN-Swasta, Bisa Hemat BBM 20%

    JAKARTA, LinkPapua.id - Pemerintah kini tengah mengkaji secara serius rencana penerapan kebijakan bekerja dari...

    Prabowo Ultimatum Pejabat Nakal: Bersihkan Dirimu atau Saya Bersihkan!

    JAKARTA, LinkPapua.id - Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada seluruh pejabat di instansi...