Warga Warpramasi Keluhkan Dampak Minol, DPRK Manokwari Dorong Penertiban Outlet Ilegal

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.id-Aliansi masyarakat di wilayah Warmare, Prafi, Masni dan Sidey (Warpramasi) Kabupaten Manokwari, mulai ‘resah’ dengan pelegalan minuman beralkohol (Minol) di wilayah mereka. Warga menilai hasil dari pelegalan minol sejauh ini tidak memberikan manfaat positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat, justru lebih banyak dampak negatifnya.

melalui tiga anggota DPRK Manokwari daerah pemilihan Warpramasi, Siswanto, Samsul Hadi, dan Yusak S. Sayori, pada hearing DPRK bersama pemerintah daerah (Pemda) Manokwari, di ruang rapat DPRK Manokwari, Kamis (3/9/2026). 

Anggota DPRK Manokwari Siswanto mengungkapkan, outlet minol di Warpramasi semakin menjamur, bahkan pelajar SMP yang notabene masih di bawah umur sudah dengan mudah memperolehnya. ” Dalam pertemuan ini tidak minta perda dicabut tidak. Tetapi, bagaimana solusinya, kerjasamanya, evaluasinya untuk menertibkan yang sudah terjadi agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi lagi,”ujarnya.

Politisi Golkar itu mengungkapkan, aliansi masyarakat di Warpramasi sudah berencana membuat gerakan untuk menutup outlet minol yang ada di sana. Namun, masih menahan diri karena tentunya ada outlet yang legal. 

Dikesempatan yang sama, anggota DPRK Manokwari Samsul Hadi menambahkan, masyarakat Warpramasi selalu melontarkan pernyataan bahwa pendapatan asli daerah (PAD) hanya dirasakan oleh pemerintah daerah dan DPRK Manokwari. Sedangkan, masyarakat hanya dapat dampak buruknya mulai dari selalu bertemu orang mabuk, tabrakan, maupun pemalangan. 

“Awalnya kami sangat antusias karena dapat menghasilkan PAD. Tapi lambat laun dampaknya negatifnya lebih besar.  Masyarakat bilang PAD hanya untuk pemerintah daerah dan DPRK, sedangkan kontribusi pembangunan yang dirasakan masyarakat secara langsung tidak ada,” ungkapnya. 

Pihaknya mendorong agar outlet yang ilegal bisa ditertibkan. Dikhawatirkan, lemahnya pengadilan dan pengawasan membuat kebocoran PAD sehingga target awal disepakatinya perda dapat tercapai. 

Menanggapi hal itu, Sekda Manokwari, Yan Ayomi menyampaikan bahwa hanya ada sembilan outlet minol resmi di Warpramasi.

Ayomi manyampaikan akan menindaklanjuti atensi tersebut dengan menggelar rapat bersama Tim Terpadu dan melaksanakan inspeksi mendadak ke Warpramasi guna penertiban outlet-outlet yang masih ilegal. Dari 9 outlet tersebut memberikan kontribusi pajak sekitar Rp297 juta.(LP3/Red)

Latest articles

Respons Cepat Laporan Warga, URC Polresta Manokwari Tangkap Pelaku Penganiayaan

0
MANOKWARI, Linkpapua.id– Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Manokwari berhasil mengamankan seorang pelaku penganiayaan yang terjadi di kawasan Jl....

More like this

Respons Cepat Laporan Warga, URC Polresta Manokwari Tangkap Pelaku Penganiayaan

MANOKWARI, Linkpapua.id– Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Manokwari...

Inisiatif Mahasiswa, Ormawa UT Manokwari Bantu Warga Hadapi Kabut Asap

MANOKWARI, Linkpapua.id-Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang melanda wilayah...

Usai Dilantik, Lamek Dowansiba Tekankan Dedikasi Pengurus POBSI Demi Prestasi Atlet

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Papua Barat...