3 Pentolan NRWPNG yang Kibarkan Bintang Kejora di Manokwari jadi Tersangka Dugaan Makar

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Tiga aktor intelektual organisasi Negara West Papua New Guinea (NRWPNG) yang melakukan aksi pengibaran bendera Bintang Kejora di Terminal Wosi, Kabupaten Manokwari ditetapkan menjadi tersangka dugaan makar. Ketiganya disebut punya peran berbeda dalam aksi itu.

Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom menjelaskan, 3 tersangka memiliki peran masing-masing. Di antaranya AN sebagai penghubung antara simpatisan di Manokwari dengan pimpinan kelompok tersebut, YK sebagai koordinator aksi, dan AB penghubung dengan massa yang datang dari Fakfak, Maybrat, dan Kaimana.

Baca juga:  Satlantas Polres Manokwari Gelar SIM Keliling, ini Lokasinya

“Setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton, dari 15 orang yang sempat diamankan, kepolisian tetapkan 3 tersangka. Dari hasil pemeriksaan aksi tersebut memperingati HUT (hari ulang tahun) organisasi tersebut,” kata Gultom, Senin (28/11/2022).

Gultom menjelaskan, aksi tersebut tidak ada kaitannya dengan 1 Desember yang biasa diperingati oleh kelompok-kelompok tertentu serta rencana kedatangan Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin, ke Kaimana.

Baca juga:  Polres Manokwari Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa

“Aksi mereka murni berkaitan dengan HUT organisasi yang mereka ikuti. Sehingga tidak ada kaitannya juga dengan rencana kedatangan kepala negara. Sehingga kita imbau agar masyarakat juga tidak terpancing dengan informasi-informasi yang belum dapat dibuktikan kebenarannya,” tegas Gultom.

Demi pengembangan, para tersangka masih dilakukan pemeriksaan di Mapolres Manokwari. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka disangkakan dengan Pasal 106 KUHP tentang Makar.

Baca juga:  Didominasi 'Knalpot Bising', Polres Manokwari Limpahkan 112 Berkas Tilang

Sebelumnya diberitakan puluhan warga menggelar aksi dengan mengibarkan bendera bintang kejora, di Terminal Wosi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Minggu (27/11/2022) pagi. Mereka meneriakkan yel-yel Papua merdeka.

Massa juga menyuarakan penolakan terhadap otonomi khusus (otsus) Papua. Selain membawa bendera bintang kejora, sejumlah bendera negara asing, seperti Amerika Serikat, Australia, dan Belanda juga turut dikibarkan dalam aksi tersebut. (LP3/Red)

Latest articles

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat daerah (OPD) segera menuntaskan program yang anggarannya telah tersedia. Permintaan...

More like this

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat...

Pemkab Manokwari Pastikan Peserta JKN Tak Dibebani Iur Biaya Tambahan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemkab Manokwari, Papua Barat, bersama BPJS Kesehatan memperkuat kepesertaan dan keaktifan...

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10 Persen

MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi...