50.000 Buruh Turun ke Jalan Peringati May Day, Bisa Memicu Klaster Corona

Published on

JAKARTA, Linkpapua.com – 50.000 buruh diperkirakan akan turun ke jalan memperingati May Day atau Hari Buruh yang jatuh tepat hari ini, Sabtu (1/5/2021). Aksi tersebut memicu kekhawatiran akan munculnya klaster baru Covid-19.

“Inikan di tengah masih melonjaknya kasus Corona. Aksi aksi demonstratif seperti Hari Buruh akan sangat rentan jadi klaster penularan. Karena itu harus bisa dicegah,” terang Nursyamsuddin A Fahmi, sosiolog Sulsel, Sabtu (1/5/2021).

Menurut Nur, tidak mungkin bisa menerapkan protokol kesehatan secara optimal dalam kerumunan massa. Interaksi orang per orang sulit dikendalikan. Apalagi dalam aksi-aksi unjuk rasa, di mana massa turun dalam jumlah tak terbatas.

Baca juga:  Aktivis dan DPRK Bintuni Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sulfianto

“Saya kira peringatan May Day harus dilakukan dengan format baru. Mungkin dialog terbatas. Atau bisa juga penyampaian aspirasi secara webinar,” pinta Nur.

Tapi semua ini tergantung cara pemerintah menyikapinya. Sebaiknya kata Nur pemerintah memfasilitasi penyampaian aspirasi buruh. Ketidakhadiran pemerintah akan membuat masalah seperti ini akan lebih runyam.

Nur mengingatkan bahwa badai Corona yang menerjang India saat ini karena faktor apatisme penguasa. Ada upacara keagamaan yang mengumpulkan jutaan orang dan pemerintah tidak hadir di sana.

“Akhirnya apa yang terjadi di India. Angka kematian mencapai 4.000 orang sehari. Apakah kita mau seperti itu? Ini harus dicegah. Dengan apa? Ya sikap tegas pemerintah,” katanya.

Baca juga:  Hingga Agustus 2021, Kejari Manokwari Selamatkan Uang Negara Rp983 Juta

Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal massa buruh dari KSPI yang akan mengikuti May Day sekurang-kurangnya berjumlah 50 ribu buruh.

“Mereka tersebar di 3.000 perusahaan/pabrik, 200 kabupaten/kota, dan 24 provinsi. Seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Aceh, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku, dan sebagainya,” kata Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Kamis (29/4/2021).

“Aksi buruh yang dilakukan di berbagai daerah wajib mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19, seperti melakukan rapid antigen, menggunakan masker, handsanitizer, hingga menjaga jarak,” sambung Said

Baca juga:  Kampanye Hari Terakhir, Trisep Yakin HERO Raih Suara Maksimal di Amban

Tidak hanya buruh, aksi May Day juga akan diikuti oleh sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai kampus ternama seperti BEM ITB, UNJ, Unand, dsb. Dalam hal ini, KSPI sudah bertemu dan berdiskusi dengan pengurus Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

“Mahasiswa dan buruh akan bergerak bersama untuk menyuarakan satu tuntutan yang sama, yaitu penolakan terhadap omnibus law UU Cipta Kerja,” tegasnya. (*/Red)

Latest articles

Wagub Papua Barat Tegaskan Dana Otsus Cegah Anak OAP Putus Sekolah

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani menegaskan penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak Papua. Kebijakan ini...

More like this

Rilis Akhir Tahun 2025, Polresta Manokwari Catat Angka Kejahatan Meningkat

MANOKWARI, Linkpapua.id- Polresta Manokwari menggelar pers rilis pada Rabu (31/12/2025) di ruang data Mapolresta...

Pemda dan APH Kumpulkan Masyarakat Wasirawi, Sepakati Pemberhentian Sementara PETI

MANOWARI, Linkpapua.id- Pemkab Manokwari bersama Forkopimda Papua Barat dan Forkopimda Manokwari menggelar pertemuan dengan...

Sempat Hilang Saat Berenang di Bendungan Kali Anggris, Juan Ditemukan Meninggal Dunia

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari melalui Unit Siaga SAR Teluk...