Tangkal Paham Separatis dan Terirosme, Polres Teluk Bintuni Gelar FGD dengan Lintas Tokoh

Published on

BINTUNI, Linkpapua.com – Polres Teluk Bintuni menggelar focus group discussion (FGD) bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh adat.

FGD mengangkat tema Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Menangkal Berita Hoax Guna Mencegah Paham Separatis dan Terorisme di Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat. Ini merupakan bagian dari Operasi Arfak Mansinam 2021.

Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Hans R. Irawan, mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan oleh Polda Papua Barat. Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari ke depan, yakni polisi mengajar, FGD, dan penyuluhan kepada masyarakat. Termasuk di Teluk Bintuni yang berlangsung pada Jumat (28/5/2021).

Hans berujar, masyarakat khususnya di Teluk Bintuni telah sadar dalam menangkal dan berita hoaks. Beberapa cara yang ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut, seperti forum komunikasi antar umat beragama, suku, ras, yang menjadikan agama mempererat kekeluargaan.

Baca juga:  Klaim Unggul 58,9 Persen, PMK2 Umumkan Kemenangan

“Hal yang dilakukan oleh Polres Teluk Bintuni dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saya ucapkan terima kasih, Kalau memang belum mari kita sama-sama benahi,” kata Hans.

Hans mengakui selama ini masih ada saja kelakuan yang meresahkan masyarakat. Salah satunya adalah penggunakan knalpot racing. “Apalagi ada keluhan dari masyarakat mengenai knalpot racing. Kami dari Polres Teluk Bintuni akan mengambil langkah-langkah tindakan kepada pengendara motor agar masyarakat bisa merasa nyaman,” tuturnya.

Baca juga:  Warga Sebyar Buka Pemalangan di BP Tangguh: Ini Merugikan Kami

Hans menjelaskan, target dari Operasi Arfak Mansinam 2021 adalah untuk meningkatkan rasa dan jiwa nasionalisme terutama di kalangan anak-anak, kamtibnnas, wawasan kebangsaan. “Kami mulai dari anak-anak karena anak-anak ini adalah bibit penerus bangsa, kami akan melakukan kegiatan ini terus berulang bukan hanya sekali,” bebernya.

Untuk mewujudkan kesadaran berkendara, Hans meminta dukungan dari masyarakat. Sebab, kata dia, sering terjadinya lakalantas terhadap anak karena kurangnya teguran dari orang tua. Padahal, ada batasan usia untuk berkendara.

“Karena itu sangat butuh pengawasan dari orang tua. Kalau polisi sendiri, kalau ada anak kecil mengendarai motor belum cukup umur, kami hanya akan melakukan tindakan teguran. Saya berharap kepada orang tua yang mempunyai anak-anak di bawah umur, tolong jangan diberikan hak untuk mengendari motor,” pintanya.

Baca juga:  Lepas Sambut Dandim Teluk Bintuni, Dirangkaikan Peresmian Masjid ABRI

Di luar itu, Hans juga mengapresiasi masyarakat yang bisa rukun hidup berdampingan antarumat beragama. “Saya merasa nyaman tinggal di Kabupaten Teluk Bintuni karena kerukunan umat beragamanya. Gereja serta sebelahnya masjid, merayakan hari besar bersama-sama tidak ada masalah, rukun antarumat beragamanya, ini yang disebut Kabupaten Teluk Bintuni dengan agama keluarga,” terangnya.

“Maka dari Polda datang ke Kabupaten Teluk Bintuni untuk meniru apa yang sudah dijaga oleh Kabupaten Teluk Bintuni yaitu agama keluarga,” pungkasnya. (LP5/red)

Latest articles

Diskominfo SP Bintuni Bagikan Starlink-Solar Panel ke Sekolah dan Puskesmas di...

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo SP) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, memasang perangkat Starlink dan panel surya di...

More like this

Diskominfo SP Bintuni Bagikan Starlink-Solar Panel ke Sekolah dan Puskesmas di Pedalaman Moskona

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo SP) Kabupaten Teluk...

Ayor Kosepa Ditetapkan sebagai Ketua DPD Golkar Teluk Bintuni melalui Musda V

TELUK BINTUNI, Linkpapua.id – Ayor Kosepa ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Teluk...

Joko Lingara Sentil Kader Golkar Bintuni agar Mau Belajar ke Senior Politik

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta kader Golkar...