MRPB Jaring Aspirasi Masyarakat Adat di Mansel, 4 Point Jadi Masukan

Published on

MANSEL, Linkpapua.com- Selama tiga hari lamanya, Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) melakukan penjaringan aspirasi masyarakat Kabupaten Manokwari Selatan.

Penjaringan yang dilakukan di gedung KNPI Mansel, dihadiri oleh 12 kepala kampung dan tiga kepala suku besar, tokoh perempuan dan tokoh pemuda, untuk mendengar secara langsung keluhan dan masukan mereka.

Ketua MRPB,Maxsi Nelson Ahoren mengatakan, pihakmya telah menerima empat aspirasi dari masyarakat adat Kabupaten Manokwari Selatan tentang penerimaan Bintara Otsus, CPNS, pembangunan kantor Bupati dan afirmasi.

“Penerimaan Bintara Otsus yang mana masyarakat di Kabupaten Manokwari Selatan itu merasa tertipu, karena mereka sudah menghibahkan tanah untuk pembangunan SPN, dan pembangunan Polres Mansel,tetapi anak adat mereka tidak lolos penerimaan Bintara Otsus,” ungkap Maxsi, Kamis (6/5/2021).

Baca juga:  Jelang HUT Ke-13, Pemkab Mansel Ziarah ke Makam Tokoh Pemekaran

Maxsi bahkan membeberkan, lima anak dari keluarga besar Kawey (pemilik ulayat) tak lolos dalam tahapan tes kesehatan. Salah satu anak dewan adat di Mansel, juga tak lolos.

“Mereka berharap diberi kesempatan untuk dites ulang, karena kesehatan anak-anak itu baik-baik saja selama ini,” terangnya.

MRPB sudah menyortir nama-nama itu, dan sedang menunggu surat keputusan dari dewan adat suku yang ada di Mansel, lalu akan dilampirkan dalam surat dari MRPB kepada Polda Papua Barat.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Serahkan Mobil Damkar Rp1,3 M untuk Mansel

“Disitu juga masyarakat meminta adanya penambahan pegawai kurang lebih 116 yang akan diumumkan dalam waktu dekat, mereka meminta kepada bupati untuk tidak diumumkan dulu sambil menunggu keputusan pencaker, kalau bisa ada perwakilan dari masing-masing distrik yang ada di Kabupaten Manokwari Selatan,” ujarnya.

Mengenai masalah penempatan kantor bupati, masyarakat meminta jangan lagi di luar areal yang sudah di SK-kan.

“Dalam arti jangan bangun di Ransiki lain  atau di Oransbari, sehingga diharapkan mereka duduk bersama-sama untuk membicarakan pembangunan kantor tersebut sesuai SK yang sudah ditetapkan,” harapnya.

Baca juga:  Asisten III Mansel Soroti ASN Malas Apel: Harus Dimulai dari Eselon II

Masalah afirmasi yang menjadi isi aspirasi masyarakat adat, dimana mereka minta juga untuk sekolah kedinasan, ditambah lagi afirmasi menyangkut sekolah kedokteran di Sorong.

“Hari ini Kabupaten Manokwari Selatan mereka merasa bahwa anak-anak mereka itu tidak pernah terakomodir untuk sekolah diakademi kedokteran di Sorong,” tuturnya.

Dari aspirasi itu, kata Maxsi, semua sudah dirangkum menjadi satu, dan MRPB pada Senin (9/5/2021) mendatang, akan bertemu bupati untuk menyampaikan aspirasi masyarakat adat Mansel tersebut. (LP6/red)

Latest articles

Sentilan BP3OKP Papua Barat: Daerah Kaya SDA, tapi Masyarakat Miskin

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Barat menyoroti kondisi masyarakat yang masih miskin di tengah kekayaan sumber daya...

More like this

Bupati Mansel Minta Koperasi Jadi Kekuatan Ekonomi Masyarakat

MANSEL, LinkPapua.id – Bupati Manokwari Selatan (Mansel) Bernard Mandacan mendorong koperasi menjadi kekuatan ekonomi...

Bappeda Mansel Dampingi OPD Susun Renstra Selaras RPJMD

MANSEL, LinkPapua.id – Bappeda Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, mendampingi OPD, RSUD, distrik,...

Baru 3 OPD dan 3 Puskesmas Rampung, TAPD Mansel Lembur Bahas RKA Perubahan

MANSEL, LinkPapua.id – Baru 3 organisasi perangkat daerah (OPD) dan 3 puskesmas di Manokwari...