Pemprov Papua Barat Siapkan KBMTMT, Pelajar Belum Divaksin Dipisahkan di Ruangan Khusus

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat tengah mempersiapkan kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas (KBMTMT) untuk pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat.

Sebagai tahapan awal, Pemprov Papua Barat meluncurkan vaksinasi bagi pelajar, yang kegiatannya dilaksanakan di gedung SMA Negeri 1 Manokwari, Jumat (20/8/2021).

Peluncuran vaksinasi pelajar ini dilakukan langsung oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Papua Barat, Barnabas Dowansiba, mengatakan pencanagan vaksinasi bagi pelajar ini sebagai tahapan awal KBMTMT.

Baca juga:  Vaksinasi Massal Pelajar di SMPN 1 Manokwari, Dominggus Minta Orang Tua Edukasi Anak

KBMTMT, kata Barnabas, harus memiliki sejumlah persyaratan, di antaranya guru sekolah harus telah divaksin. Selain itu, pihak sekolah menerapkan pembatasan 50 persen pelajar masuk ruangan, lama pembelajaran hanya 3 sampai 5 jam, dan tidak ada waktu untuk istirahat.

“Jadi mulai masuk ruangan sampai pulang, tidak ada jam istirahat. Selesai langsung pulang,” bebernya.

Baca juga:  Pj Gubernur Papua Barat Beri Peringatan: Jangan Bakar Hutan dan Rusak Sumber Air

Tidak kalah penting adalah pelajar yang hendak mengikuti KBMTMT harus telah divaksinasi. Pasalnya, proses pembelajaran dilaksanakan mulai Senin sampai Sabtu.

“Kita berharapnya begitu (telah divaksin). Tapi, kalau ada pelajar yang belum divaksin karena berkebutuhan khusus misalnya ada penyakit bawaan, kita akan carikan cara yang lain,” ujar Barnabas.

Mereka yang belum divaksin, kata Barnabas, harus dipisahkan pada satu ruangan khusus. Mereka juga harus memiliki keterangan dari dokter jika belum divaksin karena adanya riwayat penyakit.

Baca juga:  Persiapan Belajar Tatap Muka di Papua Barat, 3.837 Pelajar Telah Divaksin

“Selain itu, yang terpenting juga, orang tua pelajar membuat pernyataan jika anaknya siap untuk tidak divaksin karena alasan tertentu,” imbuhnya.

Dengan adanya pencanangan ini, beber Barnabas, ia berharap proses pembelajaran dapat berlangsung meski belum bisa seperti sebelum pandemi. Apalagi di tengah adanya keluhan dari orang tua yang sudah ingin anaknya bersekolah tatap muka. (LP2/red)

Latest articles

Inflasi Papua Barat September Tembus 5,20% Dipicu Tarif Transportasi Melonjak

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Papua Barat pada September 2026 mencapai 5,20 persen. Kenaikan tersebut terjadi seiring meningkatnya indeks...

More like this

Inflasi Papua Barat September Tembus 5,20% Dipicu Tarif Transportasi Melonjak

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Papua Barat pada September...

RTRW Laut Belum Tuntas, Perairan Papua Barat Dibayangi Kapal Pelanggar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) laut Papua Barat belum tuntas sehingga...

‎Gerakan Tanam Padi Prafi Target 634 Hektare, Pemprov Papua Barat: Jangan Berhenti di Luas Tanam

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mendorong Gerakan Tanam Padi PM-AAS di...