27.3 C
Manokwari
Senin, Februari 9, 2026
27.3 C
Manokwari
More

    Permintaan kakao Ransiki tinggi meski pendemi

    Published on

    Manokwari- Permintaan pasar terhadap komoditas kakao di Ransiki, Manokwari Selatan cukup tinggi meskipun pada masa pandemi COVID-19.

    Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Papua Barat, Yacob S Fonatab, Kamis (17/9) menjelaskan bahwa permintaan kakao Ransiki tak hanya dari pasar domestik. Perusahaan besar di sejumlah negara di Eropa seperti Inggris, Belanda dan Belgia pun menginginkanya.

    “Untuk luar negeri pengiriman sudh pernah dilakukan ke Belgia, Belanda serta Inggris. Sedangkan dalam negeri permintaan cukup tinggi dari Jakarta, Makassar serta Bali,” sebut Yacob.

    Baca juga:  Pemprov Papua Barat Siapkan Belanja Tak Terduga Rp60 Miliar Lebih

    Ia menyebutkan pandemi pun tidak berpengaruh terhadap kegiatan ekspor biji kakao Manokwari Selatan ke Eropa

    “Cuma produksi kakao di Ransiki, Manokwari Selatan belum maksimal. Perbulan baru bisa menghasilkan 4 ton. Sehingga kita belum bisa memenuhi seluruh permintaan pasar, ” ucap Fonataba.

    Ia menjelaskan, di Ransiki secara keseluruhan sudah tersedia lahan seluas 1000 hektar. Dari lahan seluas itu baru 200 yang berproduksi secara intensif.

    Pemerintah sedang mendorong agar seluruh lahan di perkebunan itu bisa berproduksi secara maksimal.

    “Jadi peluang pasar masih cukup besar dan saat masa pandemi sekarang ini permintaan tetap tinggi dari luar maupun dalam negeri. Perusahaan di Jakarta minta 500 tok perbulan, kalau luar negeri saat ini baru 6 ton, belum lagi bali dan Makassar,” katanya lagi.

    Baca juga:  Polda Papua Barat Gelar Jalan Juang Bhayangkara Tempuh 78 Km

    Yacob mengutarakan bahwa, tahun ini pemerintah pusat berencana menggelontorkan bantuan program rehabilitasi seluas 100 hektar. Begitu pula Pemprov Papua Barat

    “Namun karena pengaruh ea lokasi refoccusing anggaran untuk COVID-19 maka hanya 80 hektar yang terealisasi. Itu 40 dari program pusat dan 40 dari provinsi. Kita bersyukur masih ada meskipun tidak 100 persen,” ujarnya

    Baca juga:  Meriah! Atraksi Puluhan Suku Nusantara Warnai Pawai Budaya HUT ke-24 Papua Barat

    Ia menambahkan, biji kakao Ransiki masuk dalam kelas premium, termasuk yang selama ini di kirim ke luar negeri dan pasar domestik.

    “Saat ini pun sudah ada koperasi Ibier Suth yang kelola dan beberapa waktu lalu koperasi dapat bantuan alat produksi dari Bank Indonesia. Kedepan koperasi akan mengolah biji kakao menjadi milik dan powder, sehingga nanti bukan hanya biji kering yang dikirim,” sebut Yacob. (LPB1/red)

    Latest articles

    HPN 2026, Ketua DPRP Papua Barat Apresiasi Kinerja Insan Pers

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Ketua DPRP Papua Barat Orgenes Wonggor mengapresiasi kinerja insan pers yang dinilainya konsisten menjaga profesionalisme dan akurasi pemberitaan. Dia menyebut pers...

    More like this

    HPN 2026, Ketua DPRP Papua Barat Apresiasi Kinerja Insan Pers

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Ketua DPRP Papua Barat Orgenes Wonggor mengapresiasi kinerja insan pers yang...

    DPRP Papua Barat Dukung HPN 2026, Bantu Dana Rp10 Juta

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Barat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan...

    Sekda Papua Barat Minta OPD Tancap Gas Jalankan Program Usai Terima DPA

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere meminta seluruh OPD tancap gas...