Wabup Teluk Bintuni Semprot ASN: Malas, tapi Terima Gaji Lancar

Published on

TELUK BINTUNI, Linkpapua.com – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni, Matret Kokop, menyoroti rendahnya tingkat disiplin aparatur sipil negara (ASN). Ia menyebut, banyak ASN malas kerja, padahal tiap bulan terima gaji.

“Pegawai makin banyak, tetapi kenapa yang hadir di apel gabungan cuma sekitar 100. Apa belum sadar kalau setiap bulan terima gaji dari pemerintah. Jangan pikir proyek, agar kepala dinas proaktif terhadap bawahannya,” ketus Matret saat memimpin apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Senin (7/11/2022).

Baca juga:  Sambut Paskah, IKT Teluk Bintuni Gelar Porseni

Menurutnya, Teluk Bintuni bisa maju jika ASN bekerja sepenuh hati. Pelayanan publik hanya bisa dihasilkan jika semua proaktif.

“Mari bersama-sama proaktif bersama BPK RI (Badan Pemeriksa Keuangan). BPK RI hadir di Kabupaten Teluk Bintuni untuk memberikan pembinaan kepada kita semua. Tidak usah takut terutama untuk pimpinan OPD yang sudah menunjuk PPK dan bendahara,” jelasnya.

Selanjutnya, terkait inflasi, Matret mengingatkan untuk dinas terkait agar segera melakukan langkah antisipasi. Persiapkan ketersediaan pangan agar tidak terjadi gejolak harga di masyarakat.

Baca juga:  Bupati Yohanis Apresiasi Prestasi Tim Futsal Bintuni, Harap Lolos Liga Nasional

“Bahan pokok barang sudah turun harga masih tetap naik. Serta untuk kesiapan pasca Natal dan Tahun Baru dipersiapkan agar tidak menimbulkan persoalan,” pintanya.

Untuk Dinas Perindagkop, Matret berpesan agar segera menertibkan pasar-pasar.

“Saya tidak perlu bicara lagi, harus begini atau begitu, karena bukan anak kecil lagi. Karena masing-masing sudah punya tanggung jawab dan tugas,” tegas Matret.

Ia pun mengajak semua OPD bekerja sesuai standar. Sebab, kata Matret, untuk memperbaiki Teluk Bintuni semua sektor harus berjalan seimbang.

“Saya berharap terkait inflasi, stunting pada tahun 2023 harus turun. Dan soal kemiskinan ekstrem, kita sudah melakukan penanganannya tapi kenapa tidak dilaporkan ke provinsi. Akhirnya nama Kabupaten Teluk Bintuni masih merah terus. Kita dianggap tidak kerja,” katanya.

Baca juga:  Hermus Apresiasi Peran Kerukunan Pedagang Kuliner Tingkat Perekonomian Daerah

“Terkait inflasi dan kemiskinan ekstrem saya sudah laporkan pada tanggal 28 September 2022 pada saat arahan Bapak Presiden. Terima kasih Pak Sekda dengan tim yang telah menyerahkan dokumen kepada saya. Saya sudah kirim dokumen langsung ke sekretariat Presiden,” katanya lagi. (LP5/Red)

Latest articles

‎PELITA Goes to School Ajak Pelajar SMK Negeri Tandia Rawat Kerukunan...

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Pemuda Lintas Agama (PELITA) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengajak pelajar SMK Negeri Tandia menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama....

More like this

‎PELITA Goes to School Ajak Pelajar SMK Negeri Tandia Rawat Kerukunan di Teluk Wondama

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Pemuda Lintas Agama (PELITA) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengajak...

Pengacara Minta Polisi Terdakwa Pemerkosaan di Manokwari Dibebaskan, Sebut Tuduhan Tanpa Bukti Sah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Penasihat hukum meminta majelis hakim membebaskan MA, polisi yang menjadi terdakwa...

Papua Mulai Berperan dalam Kepemimpinan Politik Nasional

FAKFAK, linkpapua.id- Papua mulai menunjukkan peran dalam kepemimpinan politik nasional melalui munculnya sejumlah figur yang...