TAMBRAUW, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat Daya memperkuat literasi keuangan pelajar untuk mencegah ancaman pinjaman online (pinjol) dan investasi ilegal. Sosialisasi ini menyasar generasi muda di wilayah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya.
Edukasi bertajuk OJK Goes to School ini berlangsung di SMKS Advent Sausapor, Distrik Sausapor, Rabu (6/5/2026). Sebanyak 200 peserta dari tingkat SD, SMP, hingga SMK di bawah naungan Yayasan Advent Sausapor mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
“Pemahaman keuangan dan kebiasaan menabung sejak dini akan membantu pelajar menjadi generasi yang mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak serta lebih terlindungi dari berbagai bentuk penawaran produk keuangan yang tidak sesuai ketentuan,” ujar Manajer Pengawasan Perilaku PUJK OJK Papua Barat, Stella Matitaputty, dalam keterangannya, Sabtu (9/5).
OJK memberikan pemahaman mengenai perencanaan keuangan dan bahaya aktivitas keuangan digital yang tidak resmi. Selain pemberian materi, petugas langsung merangkaikan kegiatan dengan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi para siswa di lokasi.
Kepala SMKS Advent Sausapor, Isak Yahya Yandeday, menilai edukasi ini sangat relevan dengan kebutuhan pelajar di era digital saat ini. Ia berencana menjadikan program Simpanan Pelajar sebagai prioritas di sekolahnya untuk membentuk disiplin finansial siswa.
“Kami akan menyampaikan manfaat Simpanan Pelajar (SimPel) kepada pimpinan yayasan dan menjadikannya sebagai program prioritas di sekolah kami untuk mendukung masa depan pelajar,” kata Isak.
OJK juga menggelar edukasi serupa bagi jemaat GKI El Tuto Klasis Abun di Tambrauw pada hari yang sama. Langkah ini merupakan bagian dari perluasan jangkauan literasi keuangan bagi berbagai lapisan masyarakat di daerah terpencil. (LP14/red)








