Sempat Palang Jalur Trans-Papua Barat, Puluhan Casis Akhirnya Bersedia Dialog

Published on

MANSEL, linkpapua.com- Sejumlah calon siswa yang gugur pada seleksi tamtama TNI AD jalur Otsus, memblokade jalan trans-Papua Barat, Senin (7/11/2022). Namun aksi itu berhasil direkam setelah dilakukan upaya dialog.

Para casis mengaku tidak akan mengulangi aksi tersebut. Mereka berjanji lebih fokus pada persiapan menyambut tes penerimaan anggota TNI AD berikutnya.

Hal ini disampaikan Komandan Koramil Ransiki Letda Inf Jamaluddin usai melakukan negosiasi dengan para pengunjuk rasa. Danramil mengapresiasi sikap mereka yang cukup kooperatif saat diajak untuk menyelesaikan persoalan lewat upaya persuasif.

Baca juga:  Kasus Tambang Ilegal di Isim Diduga Mangkrak, Polres Mansel akan Usut

“Tadi sudah kita selesaikan dan mereka mengaku akan lebih fokus pada persiapan diri untuk menyambut tes-tes berikutnya,” kata Danramil, Senin (7/11/2022).

Sesuai dengan data yang diterima media, aksi pemalangan tersebut dilakukan sekitar pukul 13.10 WIT. Aksi tersebut berlangsung tidak lama sebab pihak TNI dan Polri memberikan respons yang cukup cepat dengan cara menawarkan ruang diskusi kepada pelaku pemalangan.

Mendengar tawaran diskusi, para pelaku akhirnya setuju untuk membuka palang kemudian bergeser ke kantor Koramil untuk mendengarkan penjelasan. Pembukaan palang dilakukan oleh anggota TNI dan Polri dibantu oleh warga.

Baca juga:  Tak Berperkara di MK, KPU Papua Barat Tetapkan DOAMU sebagai Calon terpilih

“Jadi teman-teman dari Polres juga ikut membantu, ada Kasat Intelnya, dari Reskrim dan juga dari Polsek, bahkan sebagian warga juga ikut membuka palang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Danramil menyampaikan bahwa jumlah pendaftar Casis Catam TNI AD tahun 2022 Afirmasi Otsus sebanyak 60 orang. Sementara kuota untuk Mansel hanya 19 orang. Sedikitnya 41 orang otomatis harus tereliminasi.

“Dan kami jelaskan bahwa mereka yang masih gagal ini akan terus kita dampingi untuk mempersiapkan diri dengan baik agar kembali mendaftar pada tes berikutnya. Harapannya agar mereka tidak lagi melakukan aksi-aksi yang kemudian akan mencoreng nama mereka karena itu akan berpengaruh,” terang Jamaluddin.

Baca juga:  KPU Bintuni Umumkan Pendaftaran Pemantau Pilkada 2024, Ditutup 16 November

Dialog akhirnya membuahkan hasil. Para casis yang gugur mengaku bisa menerima keputusan itu.

Mereka berjanji tidak akan mengulangi aksi serupa. Dan kemudian akan berupaya lebih keras untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi berikutnya.

“Kami juga minta agar tidak lagi merasa kecewa karena yang lulus 19 orang ini adalah putra-putri asli Manokwari Selatan juga,” tutup Danramil. (LP6/red)

Latest articles

BKPP Teluk Bintuni Serahkan 100 Peserta Latsar ke Brigif 26/Gurana Piarawaimo

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Teluk Bintuni, Sefnat N. Manikrowi, secara resmi menyerahkan 100 peserta Latihan Dasar...

More like this

BKPP Teluk Bintuni Serahkan 100 Peserta Latsar ke Brigif 26/Gurana Piarawaimo

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Teluk Bintuni,...

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Kebakaran di Jayapura

JAYAPURA, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga gerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat Dok 08 Jayapura...

Pagar Puskesmas Tahota Mansel Roboh, padahal Baru 3 Bulan Dibangun

MANSEL, LinkPapua.id - Pagar Puskesmas Tahota di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, roboh...