Capaian Positif, 40 Anak Pulih dari Stunting di Manokwari dalam 62 Hari

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang menggalakkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 90 hari untuk penanganan stunting membuahkan hasil positif.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) yang melibatkan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), ahli gizi, dan TP PKK, Selasa (8/8/2023).

Ketua TP PKK Manokwari, Febelina Indou, mengungkapkan hingga hari ke-62 penanganan, 40 anak berhasil pulih dari kondisi stunting, sementara masih tersisa 66 anak dari total 108 anak yang sebelumnya terdata. “Selama penanganan dilakukan pemberian makanan bergizi yang dapat menopang kesehatan anak stunting,” ungkap Febelina.

Baca juga:  Datangi Pusat Keramaian, Ini Yang Disampaikan Babinsa Kodim 1801/Manokwari

Bupati Manokwari, Hermus Indou, yang memimpin rakor menegaskan bahwa persoalan stunting tidak dapat diabaikan. Ia membedah dua komponen krusial dalam penanganan masalah ini, yakni masalah substansif dan masalah struktural.

Permasalahan substansif, kata dia, menyoal aspek internal keluarga yang terkena dampak stunting, sedangkan masalah struktural berhubungan erat dengan kebijakan pemerintah.

Baca juga:  Jalan Santai Meriahkan Semangat Kemerdekaan di Manokwari

“Kalau mau penanganan stunting tuntas, maka masalah substansif kita tangani tuntas. Substansif terkait pola asuh harus tuntas. Kemudian masalah sekitar, seperti rumah, air bersih, toilet harus kita tuntaskan,” ujar Hermus.

Hermus pun meminta peran aktif dan masif Dinas Kesehatan, kepala puskesmas, tim gizi sebagai, dan TP PKK dalam mengatasi masalah substansif ini.

Hermus juga menekankan pentingnya peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan instansi terkait lainnya dalam menggali akar penyebab stunting.

Baca juga:  Aplikasi Simprod, Mudahkan Kerja-kerja Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Manokwari

“Kita tidak bisa sentuh semua karena mungkin uang kita tidak cukup, tapi minimal kita perbaiki yang krusial yang berdampak pada mereka yang kemudian status kesehatan mereka terganggu,” bebernya.

Pemkab Manokwari berencana akan mengadakan rapat rutin tiap bulan guna memantau perkembangan penanganan stunting. Pemerintah daerah bertekad untuk meraih hasil positif dalam upaya merawat anak-anak terdampak stunting hingga mereka pulih sepenuhnya. (LP3/Red)

Latest articles

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam regulasi Orang Asli Papua (OAP) yang dinilai belum mengakomodasi kebutuhan...

More like this

Mudah Pindah Faskes JKN, Bumil di Manokwari Terbantu Sambut Persalinan Anak Ke-4

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ibu hamil (bumil) peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Ema Onawame (27)...

Patrick Meyer Dorong Penguatan Anggaran Perumda Minyei Arfak

MANOKWARI, Linkpapua.id-Anggota Komisi II DPRK Manokwari Patrick Y. Meyer mendorong Pemerintah Kabupaten Manokwari memberikan...

Pesta Sinoli-Torang Locavore Jadi Strategi BI Perkuat Pengendalian Inflasi Papua Barat

MANOKWARI, Linkpapua.id- Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat terus mendorong penguatan pengendalian inflasi...