KSP: Masyarakat tak perlu takut ke TPS

Published on

MANOKWARI,Linkpapuabarat.com-Kantor Staf Presiden mengimbau masyarakat tidak takut datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan hak suara pada Pilkada serentak 9 Desember 2020.

“Kalau masyarakat pergi ke pasar biasa-biasa saja, lalu tidak mau ke TPS karena alasan takut COVID-19 itu tidak masuk akal. Iya, karena protokol kesehatan di TPS diterapkan sangat ketat dibandingkan pasar,” ucap Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden, Rumadi Ahmad di Manokwari, Senin (7/12)

Kantor Staf Presiden yang diwakili Tenaga Ahli Utama Kedeputian V, Rumadi Ahmad pada Senin (7/12) melakukan kunjungan ke Papua Barat untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Pilkda di daerah ini.

Baca juga:  Pj Gubernur Papua Barat: Baru Manokwari Nyatakan Kesiapan Hadapi Pemilu 2024

Dalam kunjungan itu KSP menggelar pertemuan di Manokwari bersama Gubernur Papua Barat, Ketua KPU, Bawaslu, Kodam XVIII/Kasuari, serta Kepala Biro Operasional Polda Papua Barat.

Ia menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang menjadi perhatian pemerintah pada Pilkada serentak tahun 2020, antara lain aspek keamanan, penerapan protokol kesehatan serta seluruh sarana prasana yang dibutuhkan.

“Pilkada ini merupakan pilihan politik cukup berat bagi presiden, maka KSP diutus ke daerah-daerah untuk memastikan bahwa semua aspek tadi siap,” katanya.

Baca juga:  Jaga Keanekaragaman Hayati Tanah Papua, Pemprov PB-PBD Luncurkan MPTP

Selain sarana prasarana serta langkah persuasif yang akan diambil KPU dalam mencegah penularan COVID-19 pada Pilkada, kunjungan ini untuk memastikan bahwa seluruh penyelenggara di daerah siap.

“Termasuk memastikan bahwa seluruh penyelenggara sehat dan sudah menjalani rapid test. Sehingga bisa dipastikan masyarakat aman saat datang ke TPS,” ujarnya.

Rumadi mengutarakan pada pertemuan selama hampir tiga jam itu, KPU Papua Barat memberikan pemaparan cukup lengkap. KPU juga memastikan bahwa protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat.

Baca juga:  Catat! Daftar Lokasi Salat Id Muhammadiyah di Manokwari hingga Teluk Bintuni

Bagitu juga laporan Bawaslu, bahwa protokol kesehatan dan sarana prasarana pendukungnya menjadi obyek wajib dalam pengawasan Pilkada.

“Sehingga dapat dipastikan bahwa protokol kesehatan di TPS jauh lebih ketat dibandingkan super market maupun pasar tradisional. Dengan demikian masyarakat tidak perlu takut untuk ke TPS,” ujarnya lagi.

“Sekali lagi kami mengimbau masyarakat yang di daerahnya ada Pilkada, jangan ragu-ragu datang ke TPS dan menyalurkan aspirasinya,” demikian Rumadi Ahmad. (LPB1/red)

Latest articles

Pemprov Papua Barat Perkuat Pemberdayaan OAP Lewat 3 Program, Lanjutkan Pendampingan

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memperkuat pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) melalui tiga program di sektor ekonomi, kampung adat, serta seni...

More like this

Pemprov Papua Barat Perkuat Pemberdayaan OAP Lewat 3 Program, Lanjutkan Pendampingan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memperkuat pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP)...

DPRP Papua Barat Target 11 Perdasus Masuk Paripurna I, Usulan MRPB setelah APBD-P 2026

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRP Papua Barat menargetkan 11 rancangan...

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam...