Mendagri Tito Usulkan Pembatasan Biaya Kampanye Pilkada Usai Rentetan OTT

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan pembatasan biaya kampanye bagi setiap pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Usulan itu disampaikan menyusul rentetan operasi tangkap tangan (OTT) kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ini mungkin aturan-aturan itu perlu diatur (pembatasan biaya kampanye). Saya kira itu ya,” kata Tito usai rapat di Komisi II DPR, Kamis (16/7).

Baca juga:  Pastikan Stok Migor Curah Aman, Mendag Zulhas Sidak Stock Point

Tito mengatakan usulan tersebut muncul sebagai respons atas rentetan kasus korupsi, suap, hingga gratifikasi yang menjerat sejumlah kepala daerah dalam dua bulan terakhir. Menurutnya, salah satu penyebabnya ialah pendapatan kepala daerah yang tidak sebanding dengan ongkos politik saat pilkada.

Dia menyebut gaji kepala daerah hanya sekitar Rp6 juta per bulan. Meski ditambah tunjangan dan fasilitas lain, besaran take home pay itu dinilai jauh dari biaya yang dikeluarkan untuk memenangkan kontestasi.

Baca juga:  Prabowo Lirik Opsi Pemotongan Gaji Menteri-DPR di Tengah Krisis Global

“Gajinya kepala daerah itu Rp6 juta lebih ya. Kemudian ditambah dengan tunjangan-tunjangan yang mungkin jauhlah dari yang sudah dikeluarkan itu,” ujar Tito.

Selain membatasi biaya kampanye, Tito mengaku pernah mengusulkan agar kepala daerah mendapat tambahan penghasilan dari pendapatan asli daerah (PAD). Namun, usulan tersebut masih perlu dikaji bersama DPR dan pemerintah.

Baca juga:  2,3 Juta Keping Blanko KTP-el Sudah Terdistribusi ke Disdukcapil Daerah

Dia menilai pembatasan biaya kampanye juga perlu diatur melalui revisi Undang-Undang Pilkada. Menurutnya, aturan itu dapat mengatur batas sumbangan maupun keterbukaan dana kampanye.

“Seperti di Amerika kan terbuka, di kita mungkin dibatasi berapa biaya yang boleh didonasikan untuk calon kepala daerah yang mereka dukung,” ucap Tito. (*/red)

Latest articles

KPK Perkuat Pengawasan Dana Otsus Papua, Dorong Tata Kelola Transparan-Akuntabel

0
JAYAPURA, LinkPapua.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat pengawasan pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua melalui perbaikan tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, dan...

More like this

Pemerintah Kaji Opsi Libatkan Kantin Sekolah Jalankan Program MBG

JAKARTA, LinkPapua.id – Pemerintah membuka peluang melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan program Makan Bergizi...

Presiden Prabowo Beri Sinyal Kenaikan Gaji TNI-Polri, Ini Kata Mensesneg

JAKARTA, LinkPapua.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto...

HUT Ke-58 BPJS Kesehatan: JKN Lindungi 285 Juta Penduduk, Keberlanjutan Program Jadi Tantangan

JAKARTA, LinkPapua.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan program...