Ada Simpatisan PMK2 Dianiaya, Bupati Kasihiw Marah Besar

Published on

BINTUNI,Linkpapuabarat.com – Informasi kurang mengenakan datang dari simpatisan pendukung PMK2, saat konvoi mereka dihalau aparat kepolisian di Taman Kota Teluk Bintuni, Rabu (9/12/2020). Dua orang simpatisan dikabarkan dianiaya oknum polisi dari kejadian ini.

Bupati Teluk Bintuni, Pietrus Kasihiw, yang juga sebagai calon petahana ternyata marah besar akan kejadian tersebut. Ia langsung bergegas dari kediamannya di Bumi Saniari Distrik Manimeri SP 3, menuju lokasi kejadian.

Baca juga:  Gugatan DAMAI Ditolak MK, YO JOIN melenggang menuju Pelantikan

“Saya akan buat laporan atas insiden ini agar oknum pelaku diperiksa. Kalau Polres Bintuni tidak menindaklanjuti, saya akan lapor ke Polda, kalau perlu sekalian ke Mabes Polri,” tegas Petrus Kasihiw.

Insiden pemukulan simpatisan PMK2 Jilid2 terjadi saat massa dari Kampung Idut Distrik Manimeri, menggelar konvoi ke arah kota. Mereka kemudian dihalau aparat kepolisian di Taman Kota dan diarahkan untuk kembali ke SP.

Baca juga:  Bansos Molor, Mahasiswa Bintuni di Yogyakarta Ajukan Protes ke Pemda

Dari rekaman video yang beredar, saat massa sudah berputar arah, sejumlah oknum polisi memukul dengan pentungan. Akibatnya, dua pendukung PMK2, FM dan FW mengalami luka lebam di kepala.

“Menghalau massa bisa dikomunikasikan dengan baik. Polisi hadir untuk mengayomi, bukan menghakimi,” tegas Piet lagi.

Alumni UGM Jogyakarta ini menilai aparat kepolisian seakan berat sebelah, dalam pengamanan Pilkada Bintuni. Faktanya, tidak ada tindakan apa pun dari polisi saat pendukung Ali Ibrahim Bauw-Yohanis Manibuy (AYO) menggelar konvoi.

Baca juga:  Kurang dari 24 Jam, 2 Napi Kabur Rutan Teluk Bintuni Berhasil Dibekuk

“Harus netral, kalau memang dilarang konvoi, semua dilarang, bukan hanya pendukung PMK2 saja yang dilarang, apalagi sampai terjadi tindak kekerasan,” tegasnya.

Protes ini juga disampaikan langsung kepada Kapolres Teluk Bintuni, saat keduanya bertemu di depan jalan SD-SMP Terpadu, Rabu malam.

Sementara kedua korban dibawa ke RSUD Teluk Bintuni, untuk mendapat Visum et Repertum. (LPB5/red)

Latest articles

‎Pemprov Papua Barat Salurkan 80 Mesin Jahit-8 Antropometri Kit, Dorong Ekonomi...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyalurkan 80 mesin jahit kepada masyarakat dan ibu-ibu PKK di empat kabupaten. Pemprov juga menyerahkan 8...

More like this

Kurasi Sastra Lisan 7 Suku, Wabup Bintuni Minta Segera Dibukukan

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta sastra lisan...

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat...

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10 Persen

MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi...