Ekspor Papua Barat Turun di Februari 2025, Papua Barat Daya Justru Naik Tajam

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor dua provinsi di tanah Papua menunjukkan tren berlawanan pada Februari 2025. Ekspor Papua Barat tercatat menurun 3,87 persen, sementara Papua Barat Daya justru mencatat kenaikan signifikan sebesar 29,65 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Papua Barat membukukan nilai ekspor sebesar USD274,79 juta, turun dari USD285,86 juta pada Januari 2025. Penurunan ini didominasi turunnya nilai ekspor golongan bahan bakar mineral (HS27) yang meski masih mendominasi sebesar USD272,06 juta atau 99,01 persen dari total ekspor, mengalami penyusutan nilai.

Baca juga:  Juni 2023, Papua Barat Inflasi 0,76 Persen

“Bahan bakar mineral (HS27) merupakan golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar di Papua Barat pada Februari 2025, yaitu sebesar US$ 272,06 juta atau 99,01 persen dari total ekspor Papua Barat,” demikian dikutip dari berita resmi statistik BPS, Rabu (9/4/2025).

Tiongkok tetap menjadi negara tujuan ekspor utama Papua Barat, dengan kontribusi sebesar USD180,11 juta atau 65,55 persen dari total ekspor.

Ekspor Papua Barat dilakukan melalui empat pelabuhan laut dan satu pelabuhan udara. Di sisi lain, impor Papua Barat melonjak tajam sebesar 215,81 persen, dari USD1,93 juta menjadi USD6,10 juta, seluruhnya berasal dari golongan bahan bakar mineral.

Baca juga:  BPS: Rekreasi hingga Perawatan Pribadi Picu Inflasi Papua Barat Maret 2026

Sementara itu, Papua Barat Daya justru mencatatkan tren positif. Nilai ekspor naik dari USD0,86 juta menjadi USD1,12 juta. Lonjakan ini ditopang peningkatan ekspor komoditas ikan dan udang (HS03) yang mendominasi 99,98 persen dari total ekspor provinsi tersebut.

Jepang menjadi negara tujuan ekspor utama Papua Barat Daya dengan nilai USD0,32 juta atau 28,81 persen dari total ekspor.

Baca juga:  APBD Wondama 2022 tak Capai Target, DPRD Segera Keluarkan Rekomendasi

Ekspor dilakukan melalui satu pelabuhan laut dan dua pelabuhan udara, sementara pada bulan yang sama tidak ada aktivitas impor tercatat. Dengan kondisi ini, Papua Barat Daya membukukan surplus perdagangan sebesar USD1,12 juta, dan secara volume juga surplus sebesar 0,13 ribu ton.

“Neraca perdagangan Papua Barat Daya pada Februari 2025 mengalami surplus sebesar USD1,12 juta. Jika dilihat dari volume neraca perdagangan Papua Barat Daya juga mengalami surplus sebesar 0,13 ribu ton,” demikian BPS. (*/red)

Latest articles

Gubernur Papua Barat Siapkan Transformasi RSUP, Fokus SDM-Fasilitas

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyiapkan transformasi Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Papua Barat dengan memperkuat sumber daya manusia (SDM), fasilitas,...

More like this

Gubernur Papua Barat Siapkan Transformasi RSUP, Fokus SDM-Fasilitas

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyiapkan transformasi Rumah Sakit Umum Provinsi...

607 Honorer Sisa Pemprov Papua Barat Jalani Validasi, BKD Minta Bersabar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sebanyak 607 tenaga honorer sisa di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua...

SMAN 2 Jayapura Juara MyPertamina Futsal Competition 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id- PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku sukses menyelenggarakan MyPertamina Futsal Competition...