Wagub Lakotani Soroti Ketidakjelasan Program MBG di Raker RPJMD Papua Barat

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat, Mohamad Lakotani, secara tegas menyoroti belum jelasnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Rapat Kerja (Raker) Bupati dan Konsultasi Publik RPJMD 2025–2030. Menurutnya, hingga saat ini, program nasional tersebut masih membingungkan dan minim koordinasi di tingkat daerah.

Dalam pernyataan penutupnya di Auditorium TP-PKK, Selasa (22/4/2025), Lakotani menyebut bahwa MBG yang seharusnya sudah berjalan di sekolah-sekolah justru menyisakan banyak pertanyaan teknis, mulai dari persiapan, proses memasak, penyajian hingga distribusi kepada anak-anak.

“Pelaksanaan MBG atau MBN (Makan Bergizi Nasional) ini banyak menimbulkan pertanyaan. Proses dari penyelenggaraan program MBG mulai dari persiapan memasak dan menyajikan hingga diberikan kepada anak-anak sekolah masih belum ada kejelasan. Namun, justru yang telah banyak berjalan, yaitu yang dilaksanakan atas bantuan TNI,” ujarnya.

Baca juga:  Pemkab Wondama Desak Pemprov PB Terbitkan Juknis Pemilihan DPRK Jalur Otsus

Lakotani juga menyoroti minimnya jumlah dapur umum di beberapa kabupaten. Di Fakfak hanya ada 2 dapur umum, di Kaimana 1, dan bahkan di Pegunungan Arfak (Pegaf) belum tersedia sama sekali. Sementara, Manokwari menjadi daerah dengan jumlah dapur umum terbanyak saat ini.

Lakotani menilai rendahnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program MBG juga menjadi hambatan tersendiri. Dia mendorong agar dilakukan sosialisasi yang masif agar masyarakat tertarik terlibat, termasuk sebagai relawan dapur umum.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Tegaskan tak Ada Lagi Penambahan Honorer

“Sebaiknya dalam raker dan konsultasi publik ini ada sesi yang disiapkan untuk tim Badan Gizi Nasional (BGN) yang memaparkan mengenai program MBG. Agar progam MBG bisa di tangkap oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten,” katanya.

Dia mengungkapkan bahwa hingga kini, banyak dinas teknis seperti Dinas Pendidikan, Kesehatan, maupun Sosial masih belum mendapat informasi yang jelas tentang program MBG. Ketika berkunjung ke dapur umum, para pejabat justru lebih banyak menanyakan soal surat tugas.

Baca juga:  5000 telah tiba, RSU Papua Barat kembali pesan 30 ribu reagen PCR

Lebih jauh, Lakotani menyebut ketidakjelasan program MBG bisa menyulitkan kepala daerah saat dimintai laporan oleh pemerintah pusat.

“Bapak Gubernur (Dominggus Mandancan) sering dinas luar daerah. Apabila bertemu dengan presiden atau menteri dan ditanyakan tentang program MBG di Papua, tentunya bapak Gubernur akan kesulitan menjawabnya karena memang program ini di Papua Barat masih simpang siur,” ucapnya.

Lakotani berharap panitia raker segera menghubungi BGN atau koordinator wilayah Papua Barat untuk memberikan penjelasan menyeluruh terkait program tersebut. (LP14/red)

Latest articles

‎Pemprov Papua Barat Salurkan 80 Mesin Jahit-8 Antropometri Kit, Dorong Ekonomi...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyalurkan 80 mesin jahit kepada masyarakat dan ibu-ibu PKK di empat kabupaten. Pemprov juga menyerahkan 8...

More like this

‎Pemprov Papua Barat Salurkan 80 Mesin Jahit-8 Antropometri Kit, Dorong Ekonomi Produktif di Kampung

MANOKWARI, LinkPapua.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyalurkan 80 mesin jahit kepada masyarakat...

Gubernur Papua Barat Serahkan APBD-P 2026: Belanja Naik 11,38%, SiLPA Melonjak Jadi Rp237,3 M

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyerahkan rancangan perubahan KUA-PPAS) APBD Papua...

APBD Perubahan Papua Barat 2026 Dikebut, Sekda Ali Baham: Serapan Tak Harus 100 Persen

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mempercepat pembahasan APBD Perubahan 2026 agar...