STIKP Resmi Berubah Jadi Universitas Muhammadiyah Papua Barat

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan (STIKP) Muhammadiyah resmi bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB). Peresmian ini sekaligus ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru universitas, Sabtu (23/8/2025).

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof Fauzan, menyebut perubahan status ini bukan sekadar pergantian nama. Transformasi ini juga menyangkut tata kelola, peran, dan tanggung jawab perguruan tinggi dalam mencetak SDM unggul di Papua Barat.

“Dari Kementerian berharap Universitas Muhammadiyah Papua Barat ini mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tidak ada pilihan lain kecuali harus berkolaborasi, baik dengan pemerintah daerah maupun seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Baca juga:  Mayjen Ilyas Alamsyah Resmi Jabat Pangdam XVIII/Kasuari

Fauzan juga mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari. Dia menyebut sinergi pemerintah daerah sangat penting dalam pengembangan UMPB ke depan.

Rektor UMPB, Hawa Hasan, menjelaskan saat ini kampus telah membuka dua fakultas baru. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) memiliki lima program studi, sedangkan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) membuka empat program studi.

Baca juga:  Pemkab Teluk Bintuni Angkat 1.054 Honorer Jadi PPPK Paruh Waktu, Pemuda Katolik Apresiasi Kepemimpinan SERASI

FKIP didukung oleh 32 dosen, sementara Fakultas Saintek memiliki 20 dosen. Mayoritas tenaga pengajar masih berasal dari luar Papua.

“Alhamdulillah, dari sisi rasio dosen dan mahasiswa sudah terpenuhi. Memang sebagian besar dosen kami berasal dari luar Papua karena kebutuhan bidang keilmuan. Namun, ke depan kami terus membuka peluang bagi tenaga dosen lokal,” jelas Hawa.

Baca juga:  Kapolda Papua Barat Pimpin Upacara Sertijab Lima Pejabat Polda Papua Barat

Meski sempat tertunda karena menunggu izin operasional, penerimaan mahasiswa baru kini resmi berjalan. Tercatat 1.665 mahasiswa baru telah terdaftar dan akan segera mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus (PKKMB).

Hawa menambahkan, hadirnya program studi di bidang kesehatan dan teknik merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pembangunan Papua Barat.

“Insyaallah, UMPB hadir untuk menyiapkan generasi muda Papua yang unggul, berdaya saing, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Papua Barat,” tutupnya. (LP14/red)

Latest articles

Pesparani IV Berakhir di Teluk Bintuni, Wabup Joko Harap Tuan Rumah...

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Papua Barat resmi berakhir di Kabupaten Teluk Bintuni. Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni...

More like this

Pesparani IV Berakhir di Teluk Bintuni, Wabup Joko Harap Tuan Rumah Berikut Lebih Baik

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Papua Barat resmi...

1.000 Berkas Mahasiswa Papua Barat Cerdas Rampung Diverifikasi, Target Penyaluran 17 Agustus

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mempercepat penyaluran bantuan pendidikan melalui program...

Dominggus Optimistis Papua Barat Kebagian Kuota Rekrutmen 70 Ribu Polisi Hutan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan optimistis Papua Barat akan memperoleh kuota...