25.6 C
Manokwari
Minggu, Maret 1, 2026
25.6 C
Manokwari
More

    Kementerian Kehutanan Minta Maaf ke Masyarakat Papua soal Mahkota Cenderawasih

    Published on

    JAKARTA, LinkPapua.id – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Papua terkait pemusnahan mahkota cenderawasih yang menjadi barang bukti kasus perdagangan satwa liar di Jayapura. Permintaan maaf ini disampaikan usai muncul kekecewaan dari para tokoh adat dan lembaga kultural seperti Majelis Rakyat Papua (MRP).

    “Kami menyampaikan permohonan maaf atas timbulnya kekecewaan dan rasa terluka yang dirasakan oleh masyarakat Papua. Kami memahami bahwa mahkota cenderawasih bukan sekadar benda, melainkan simbol kehormatan dan identitas kultural masyarakat Papua,” ujar Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

    Baca juga:  Komisi VII DPR Dorong BSPJI Ambon Bantu IKM Papua Naik Kelas

    Satyawan menjelaskan pemusnahan barang bukti berupa mahkota dan ofset cenderawasih dilakukan sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap perdagangan satwa liar dilindungi. Namun, Kementerian Kehutanan menyadari sebagian barang bukti tersebut memiliki nilai budaya yang tinggi bagi masyarakat Papua.

    Ia menegaskan tidak ada niat sedikit pun dari kementeriannya untuk menyinggung atau melukai masyarakat Papua. Satyawan menyebut kejadian ini menjadi pembelajaran penting agar penegakan hukum di lapangan lebih mempertimbangkan aspek sosial dan budaya.

    Baca juga:  Dampak Kenaikan Harga Terasa, Manokwari Inflasi 3,12 Persen November 2023

    “Konservasi tidak hanya soal menjaga dan melindungi satwa di alam, tetapi juga tentang penghormatan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Kami berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi bersama masyarakat Papua dengan menjunjung tinggi prinsip saling menghormati,” katanya.

    Sebagai tindak lanjut, Kementerian Kehutanan menginstruksikan Balai Besar KSDA Papua untuk segera berkomunikasi dengan MRP, lembaga adat, dan tokoh masyarakat. Langkah ini bertujuan memperkuat pemahaman bersama serta mencari mekanisme lebih baik dalam menangani barang bukti satwa liar yang bernilai budaya.

    Baca juga:  Berperan Serta Membangun Tanah Papua yang Kaya SDM dan Budaya Menjadi Sejahtera dan Bermartabat

    “Kami akan mengkaji kemungkinan agar barang bukti bernilai budaya dapat dikelola untuk mendukung fungsi edukatif melalui kerjasama dengan lembaga adat atau museum daerah, tanpa mengurangi aspek hukum perlindungan satwa liar,” ucapnya.

    Kementerian Kehutanan menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara konservasi cenderawasih dan penghormatan terhadap budaya Papua. Cenderawasih disebut bukan hanya kekayaan hayati Indonesia, tetapi juga simbol kebanggaan dan kehormatan masyarakat Papua. (*/red)

    Latest articles

    Gerbong Mutasi Polri: 3 Kapolres Kena Demosi, Jenderal Daniel Jadi Gub...

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi besar-besaran terhadap 54 perwira tinggi dan menengah di akhir Februari 2026. Dalam gerbong mutasi...

    More like this

    Gerbong Mutasi Polri: 3 Kapolres Kena Demosi, Jenderal Daniel Jadi Gub Akpol

    JAKARTA, LinkPapua.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi besar-besaran terhadap 54 perwira...

    Pertamina Patra Niaga Bersama Pemerintah Provinsi Papua Jaga Pasokan Energi selama Ramadan

    JAYAPURA, Linkpapua.id– Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku berkomitmen untuk memastikan dan mengantisipasi lonjakan...

    Bupati Hermus Sebut Organisasi Kemasyarakatan Pilar Penopang Pemerintah

    MANOKWARI, Linkpapua.id- DPD Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Papua Barat menggelar ibadah syukuran hari...