MANOKWARI, Linkpapua.id- Pro dan kontra pelaksanaan pemilihan kepala deerah melalui DPRD terus menjadi perhatian, salah satunya Senator Papua Barat Lamek Dowansiba.
Menurutnya, Pemilihan kepala daaerah lewat DPRD dapat menelan cost politik yang tinggi bagi calon kepala daerah. Menurutnya pemilihan melalui para wakil rakyat itu dikawatirkan terjadi transaksi. Termasuk juga mengamankan partai politik dari tingkat kabupaten/kota sampai pusat.

“Contohnya oknum anggota dewan minta uang, lalu dikalikan dengan seluruh anggota dewan. Belum lagi ditambah dengan pimpinan partai politik dari daerah sampai pusat. Lebih parah lagi kepala daerah pasti jadi bonekanya partai politik atau anggota dewan,”ungkap Lamek Sabtu (10/1/2026).
Dia menilai dengan adanya transaksi tersebut maka kepala daerah akan abai terhadap kepentingan rakyat dan fokus pada kepentingan kelompok. Sehingga kepala daerah akan lebih fokus ke DPR, bukan lagi kepada rakyat sebagai objek dan subjektif daripada pembangunan.
“Yang jelas ini akan memberikan ruang bagi mereka yang berduit. Pemilihan kepala daerah juga tidak akan berdasar pada kompetensi, atau kemampuan manajerial. Tetap lebih kepada siapa yang punya uang pasti menang dan berkuasa. Ini cara yang paling halus menghilangkan kedaulatan rakyat lewat sistem berkedok demokrasi,”tegasnya.
Baginya Efisiensi anggaran bukan alasan utama, jika rakyat yang memilih sudah pasti cost politiknya lebih rendah dibandingkan melalui DPRD.(LP3/Red)















