Peserta JKN PBPU Manokwari: Angeline Merasa Lebih Tenang Saat Berobat

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Angeline (15), seorang peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) di Manokwari, Papua Barat, membagikan pengalaman positifnya dalam mengakses layanan kesehatan. Kehadiran program jaminan kesehatan tersebut diakui memberikan ketenangan batin karena seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh negara.

“Biasanya saya diantar orang tua ke puskesmas karena keluhan ringan seperti batuk atau flu. Pelayanannya cepat, obat yang diberikan sesuai, and seluruh biayanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Saya merasa sangat terbantu dan lebih tenang karena tidak perlu memikirkan biaya pengobatan,” ujar Angeline, Minggu (11/1/2026).

Baca juga:  Pemkab Manokwari Siapkan Rp12,3 Miliar Kaver Jamkesda 27 Ribu Warga di 2026

Remaja asal Manokwari ini mengaku rutin memanfaatkan layanan JKN di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tanpa kendala. Dia merasa pelayanan yang diberikan tim medis sangat tertib dan profesional dalam menangani setiap keluhan sakitnya.

“Sekarang saya cukup membuka Aplikasi Mobile JKN dan memilih menu pendaftaran layanan antrean. Di situ langsung terlihat nomor antrean, estimasi waktu pelayanan, hingga nama dokter yang melayani. Jadi, saya bisa datang mendekati waktu pelayanan tanpa harus menunggu lama,” jelasnya.

Digitalisasi layanan melalui Mobile JKN dianggap sebagai terobosan besar yang menghapus budaya antre sejak subuh. Angeline kini bisa mengatur waktu kunjungan ke puskesmas dengan lebih fleksibel melalui ponsel pintarnya.

Baca juga:  BPJS Kesehatan Gandeng Gojek Lindungi Driver dari Risiko Kesehatan

“Ketika orang tua saya membutuhkan pemeriksaan lanjutan, dokter langsung memberikan rujukan ke rumah sakit. Prosesnya cepat dan sesuai kebutuhan medis. Bahkan saat di rumah sakit, kami juga menggunakan Aplikasi Mobile JKN untuk mengambil antrean, sehingga pelayanan menjadi lebih tertib,” ungkapnya.

Selain untuk dirinya sendiri, Angeline menyaksikan kemudahan serupa saat mendampingi orang tuanya mengurus proses rujukan ke rumah sakit. Ia menegaskan alur birokrasi yang dijalani sangat transparan dan mengikuti indikasi medis yang tepat.

Baca juga:  Peserta BPJS di Manokwari Sembuh dari Infeksi Paru-paru, Semua Biaya Ditanggung JKN

“Menjadi peserta JKN bukan sekadar memiliki kartu, tetapi juga memahami hak dan manfaatnya. Jika layanannya sudah semudah ini, sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan. Saya berharap generasi muda lebih peduli terhadap kesehatan, karena kesehatan adalah investasi jangka panjang. Dengan JKN, kita sudah memiliki pegangan yang pasti untuk melindungi diri dan keluarga,” tutup Angeline.

Kepastian layanan kesehatan ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda lainnya di Papua Barat untuk sadar akan pentingnya jaminan kesehatan. Program JKN terbukti menjadi perlindungan krusial bagi masyarakat dalam menghadapi situasi darurat medis. (LP14/red)

Latest articles

Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sarmi Papua Pagi Ini

0
SARMI, LinkPapua.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,6 mengguncang wilayah Sarmi, Papua. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat getaran berada di...

More like this

bp Kirim Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Menuju Lepas Pantai Fakfak Papua Barat

KEPRI, LinkPapua.id – Perusahaan energi bp mengirimkan unit jacket pertama untuk kebutuhan instalasi lepas...

Wabup Joko Kunjungi CJH Teluk Bintuni di Asrama Haji Sudiang Makassar: Semoga Mabrur!

MAKASSAR, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara mengunjungi rombongan calon jemaah...

Pagar Puskesmas Tahota Mansel Roboh, padahal Baru 3 Bulan Dibangun

MANSEL, LinkPapua.id - Pagar Puskesmas Tahota di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, roboh...