Gubernur Papua Barat Bicara Solusi Iklim Berbasis Alam di Simposium Flora Malesiana

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mewanti-wanti agar pembangunan daerah tidak mengabaikan kelestarian alam demi mencegah bencana lingkungan. Dia menegaskan perlindungan hutan dan laut adalah solusi mutlak dalam menghadapi ancaman perubahan iklim yang kian nyata.

Penegasan itu disampaikan Dominggus saat membuka Simposium Internasional Flora Malesiana ke-12 dan Konferensi Solusi Iklim Berbasis Alam. Kegiatan ini mengusung tema ‘Merayakan Pulau Terkaya Flora di Dunia: Keanekaragaman Hayati, Kesejahteraan dan Ketangguhan Iklim’.

Baca juga:  Perekonomian Papua Barat Menguat, Tumbuh 3,73 Persen di Triwulan III 2023

“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan pesan positif bahwa Papua Barat, khususnya Manokwari, adalah daerah yang aman, kondusif, dan nyaman untuk dikunjungi,” ujar Dominggus di Gedung PKK, Manokwari, Senin (9/2/2026).

Papua Barat sebagai provinsi berkelanjutan memiliki karakter wilayah rentan dengan 60 persen berupa pegunungan dan perbukitan. Saat ini hutan alam yang masih tersisa lebih dari 70 persen tumbuh di atas lapisan tanah yang relatif tipis.

Baca juga:  Parpol diingatkan ciptakan keamanan di Pilkada Manokwari

“Jika hutan ditebang, proses pemulihannya akan sangat lama dan berpotensi menimbulkan longsor, pencemaran sungai, serta mengancam kehidupan masyarakat, termasuk di wilayah pesisir,” katanya.

Pemprov Papua Barat kini menerapkan pendekatan pembangunan terpadu berbasis bentang alam dan laut atau ridge to reef. Strategi ini menjadi langkah utama pemerintah dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Kita jaga hutan, hutan akan jaga kita. Kita jaga laut, laut akan jaga kita. Tugas utama kita adalah mewarisi mata air bagi anak cucu kita, bukan mewarisi air mata,” tegasnya.

Baca juga:  Gubernur harap musim dingin Asia Timur pacu pertumbuhan ekspor LNG Bintuni

Forum ilmiah ini melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Papua Barat, Yayasan Flora Malesiana, hingga Universitas Papua (Unipa). Turut bergabung pula National University of Singapore (NUS) dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) untuk memberikan rekomendasi kebijakan bagi Orang Asli Papua. (LP14/red)

Latest articles

Stok Sapi Kurban di Manokwari Aman Jelang Iduladha 2026, Harga Rp15...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan Kabupaten Manokwari, Papua Barat, memastikan ketersediaan sapi kurban mencukupi kebutuhan masyarakat menghadapi Lebaran Iduladha 2026....

More like this

Anggota DPR RI Obet Rumbruren Ingatkan Pengawasan Ketat Program MBG di Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota Komisi IX DPR RI Obet A Rumbruren meminta pengawasan ketat...

Anggota DPR RI Obet Rumbruren Ingatkan Pengelola MBG di Manokwari: Jangan Cuma Cari Untung!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota Komisi IX DPR RI Obet A Rumbruren memberikan peringatan kepada...

Pansus DPRP Papua Barat Soroti Besarnya SiLPA di LKPJ Pemprov 2025

MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRP Papua Barat menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan...