25.8 C
Manokwari
Jumat, Maret 27, 2026
25.8 C
Manokwari
More

    Gubernur Papua Barat Bicara Solusi Iklim Berbasis Alam di Simposium Flora Malesiana

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mewanti-wanti agar pembangunan daerah tidak mengabaikan kelestarian alam demi mencegah bencana lingkungan. Dia menegaskan perlindungan hutan dan laut adalah solusi mutlak dalam menghadapi ancaman perubahan iklim yang kian nyata.

    Penegasan itu disampaikan Dominggus saat membuka Simposium Internasional Flora Malesiana ke-12 dan Konferensi Solusi Iklim Berbasis Alam. Kegiatan ini mengusung tema ‘Merayakan Pulau Terkaya Flora di Dunia: Keanekaragaman Hayati, Kesejahteraan dan Ketangguhan Iklim’.

    Baca juga:  Pemprov Papua Barat Pastikan Stok Daging Cukup Hingga 3 Bulan ke Depan

    “Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan pesan positif bahwa Papua Barat, khususnya Manokwari, adalah daerah yang aman, kondusif, dan nyaman untuk dikunjungi,” ujar Dominggus di Gedung PKK, Manokwari, Senin (9/2/2026).

    Papua Barat sebagai provinsi berkelanjutan memiliki karakter wilayah rentan dengan 60 persen berupa pegunungan dan perbukitan. Saat ini hutan alam yang masih tersisa lebih dari 70 persen tumbuh di atas lapisan tanah yang relatif tipis.

    Baca juga:  Pj Gubernur Papua Barat Ingatkan Pemanfaatan Lahan Kosong di HUT Bhayangkara

    “Jika hutan ditebang, proses pemulihannya akan sangat lama dan berpotensi menimbulkan longsor, pencemaran sungai, serta mengancam kehidupan masyarakat, termasuk di wilayah pesisir,” katanya.

    Pemprov Papua Barat kini menerapkan pendekatan pembangunan terpadu berbasis bentang alam dan laut atau ridge to reef. Strategi ini menjadi langkah utama pemerintah dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

    “Kita jaga hutan, hutan akan jaga kita. Kita jaga laut, laut akan jaga kita. Tugas utama kita adalah mewarisi mata air bagi anak cucu kita, bukan mewarisi air mata,” tegasnya.

    Baca juga:  Penerapan PPKM Papua Barat: Seluruh Kabupaten/Kota Level 1, Hanya Kabupaten Sorong Level 2

    Forum ilmiah ini melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Papua Barat, Yayasan Flora Malesiana, hingga Universitas Papua (Unipa). Turut bergabung pula National University of Singapore (NUS) dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) untuk memberikan rekomendasi kebijakan bagi Orang Asli Papua. (LP14/red)

    Latest articles

    Kapolda Papare Hadiri Rapim Kodam XVIII/Kasuari, Perkuat Sinergitas TNI–Polri

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id— Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare, S.I.K. menghadiri kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Kodam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, didampingi...

    More like this

    TNI AL Gelar Penghormatan untuk 2 Marinir Gugur di Maybrat, Pastikan Hak Keluarga

    JAKARTA, LinkPapua.id - TNI Angkatan Laut (AL) menggelar prosesi penghormatan terakhir bagi dua prajurit...

    Eks Kadis-Polisi Jadi Lulusan Perdana Hukum UNCRI, Rektor Ingatkan Moral

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) mewisuda 50 lulusan perdana Program Studi Ilmu...

    Persipegaf Launching Jersey Baru, Siap Arungi Liga 4

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba S.Pd.K., M.Si bersama Sekretaris Daerah, Ever Dowansiba...