Gubernur harap musim dingin Asia Timur pacu pertumbuhan ekspor LNG Bintuni

Published on

MANOKWARI– Musim dingin di wilayah Asia Timur menjadi harapan pagi Provinsi Papua Barat untuk meningkatkan jumlah dan nilai ekspor liquefied natural gas/gas alam cair di Teluk Bintuni.

Ia juga berharap pertumbuhan ekonomi di Papua Barat pun tumbuh positif melalui kegiatan ekspor tersebut.

Dia menyebutkan, pada triwulan I tahun 2020 permintaan ekspor dunia terhadap produksi LNG di Teluk Bintuni turun seiring adanya perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina. Situasi ini diperparah dengan munculnya wabah COVID-19.

“Kita berharap musim dingin di Asia Timur dapat memicu ekspor LNG Papua Barat tahun 2020,” ucap gubernur pada perayaan HUt Provinsi Papua Barat di lapangan apel kantor Gubernur pada Senin (12/10)

Baca juga:  Termasuk Gubernur Papua Barat dan Istri, Universitas Cenderawasih Cetak 1.459 Lulusan Baru

Gubernur optimistis perekonomian Papua Barat tahun ini akan tetap tumbuh positif seiring ekspansi pemerintah dan kegiatan investasi di daerah. Pada sisi lain, produksi LNG di Teluk Bintuni saat ini pun sudah lebih stabil dibanding tahun lalu.

Ia mengakui, realisasi belanja pemerintah daerah saat ini belum optimal. Ekspor LNG diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi di provinsi itu.

Menurut dia, pandemi COVID-19 masih menjadi persepsi negatif dan ini menjadi ancaman bagi volume perdagangan dunia. Bagi Papua Barat hal ini dinilai dapat menghambat kinerja ekspor.

Baca juga:  Waterpauw: Penjemputan Masyarakat Adat Papua Barat Luar Biasa

“Namun investasi di Papua Barat masih cukup solid baik pada proyek pemerintah maupun swasta. Pembangunan konstruksi train 3 BP Tangguh sedang berjalan, juga pengembangan bandara di beberapa kabupaten, pengembangan kawasan ekonomi khusus di Sorong serta pembangunan jalan Trans Papua,” katanya.

Gubernur pun bersyukur, jnflasi Papua Barat terjaga cukup stabil hingga akhir 2019 pada angka 1,93 persen. Diakhir 2020 ia pun berharap inflasi tetap terjaga.

“Inflasi Papua Barat pada akhir 2019 sebesar 1,93 persen, turun dibanding 2018 yang berada diangka 5,21 persen. Kita punya jauh lebih rendah dari inflasi nasional yang tercatat mencapai 2,72 persen,” ujarnya lagi.

Baca juga:  Sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan di Papua Barat segera diterapkan

Terkait kegiatan ekspor Papua Barat, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), bahan bakar mineral merupakan golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar di Papua Barat. Pada Agustus 2020, nilainya sebesar 122,08 juta dolar Amerika atau 98,73 persen dari total ekspor di Provinsi ini.

Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor Papua Barat terbesar dengan kontribusi sebesar 73,96 persen. (LPB1/red)

Latest articles

Juri Pesparawi Nasional 2026 Pastikan Penilaian Transparan dan Profesional

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Dewan juri Pesparawi Nasional XIV 2026 memastikan proses penilaian perlombaan berjalan transparan dan profesional bagi seluruh kontingen. Tim penilai menjamin hasil...

More like this

Juri Pesparawi Nasional 2026 Pastikan Penilaian Transparan dan Profesional

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dewan juri Pesparawi Nasional XIV 2026 memastikan proses penilaian perlombaan berjalan...

Vokal Grup Papua Barat Yakin Raih Hasil Terbaik di Pesparawi Nasional XIV

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen tuan rumah Papua Barat optimistis bisa meraih hasil terbaik pada...

Debut di Pesparawi Nasional, Papua Tengah Optimistis Raih Hasil Terbaik

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen Provinsi Papua Tengah optimistis bisa meraih hasil terbaik setelah menyelesaikan...