26.7 C
Manokwari
Selasa, Februari 10, 2026
26.7 C
Manokwari
More

    Gubernur Dominggus Dorong Sinergi Gereja-Pemerintah-Adat di Papua Barat

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong sinergi gereja, pemerintah, dan masyarakat adat dalam pembangunan daerah. Dia menilai kolaborasi tiga pilar itu krusial untuk memastikan kebijakan yang adil dan berkelanjutan.

    Dominggus menyampaikan hal itu saat membuka Dialog Pembangunan dan Seminar dalam rangka 171 tahun Pekabaran Injil di tanah Papua di Gereja Petrus Amban, Selasa (10/2/2026). Forum ini juga membahas peradaban kedua nubuat Domine IS Kijne dengan melibatkan unsur gereja, pemerintah, dan masyarakat adat.

    “Fondasi spiritual yang ditanamkan sejak awal telah membentuk karakter dan jati diri orang Papua hingga hari ini. Nilai iman harus tetap menjadi dasar dalam pembangunan,” ujarnya.

    Baca juga:  Wakapolda Papua Barat Minta Lalu Lintas Inovatif Jawab Problem Transportasi

    Dia menegaskan pembangunan Papua Barat ke depan harus memasuki fase peradaban kedua yang berlandaskan iman dan penghormatan terhadap adat. Menurutnya, momentum 171 tahun Pekabaran Injil sejak kedatangan Ottow dan Geissler di Pulau Mansinam pada 5 Februari 1855 menjadi titik awal transformasi orang Papua.

    Dominggus juga menyinggung nubuat Domine IS Kijne pada 1925 di Wasior tentang kebangkitan orang Papua untuk memimpin dirinya sendiri. Dia mengatakan pesan kejujuran, kesetiaan, dan ketaatan pada nilai moral harus menjadi kompas pembangunan daerah.

    Baca juga:  Pj Sekda PB Paparkan Capaian 7 OPD dalam Menekan Kemiskinan Ekstrem-Stunting

    “Pembangunan bukan semata fisik, tetapi juga pembangunan manusia yang berakar pada nilai iman dan kearifan lokal,” katanya.

    Dia menyebut Pemprov Papua Barat berkomitmen mewujudkan visi Astadiri, yakni aman, sejahtera, bermartabat dan mandiri. Komitmen itu dijalankan melalui pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga karakter dan nilai kemanusiaan.

    Menurutnya, dialog yang mempertemukan gereja, pemerintah, dan masyarakat adat memiliki makna strategis dalam mendukung Otonomi Khusus Papua Jilid II. Sinergi ketiganya dinilai penting agar kebijakan menghormati hak-hak masyarakat adat.

    Baca juga:  Jelang HUT Pekabaran Injil, Pemprov Mulai Bersih-bersih di Pulau Mansinam

    Dalam kesempatan itu juga diluncurkan buku ‘Alkitab dan Konservasi Alam’ karya Prof Sepus M Fatem dan Pdt Dr Anthon Rumbewas. Dominggus menilai buku tersebut relevan dengan kondisi Papua Barat yang kaya hutan hujan tropis dan keanekaragaman hayati.

    “Menjaga alam bukan hanya tanggung jawab ekologis, tetapi juga panggilan iman. Pembangunan harus seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” ucapnya. (LP14/red)

    Latest articles

    Buka Manasik Haji Terintegrasi Digelar, Wabup Mugiyono Doakan Raih Haji Mabrur

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari bersama Kementerian Haji dan Umrah menyelenggarakan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten/Kota dan Kecamatan Tahun 1447 Hijriah/2025 Masehi bagi jemaah calon haji...

    More like this

    Anggota DPR RI Cheroline Sosialisasi 4 Pilar ke Pelajar Manokwari, Tekankan Cegah Bullying

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Anggota DPR RI Cheroline Chrisye Makalew menekankan pencegahan bullying saat menyosialisasikan...

    Gubernur Dominggus Luncurkan Buku Alkitab dan Konservasi Alam, Satukan Iman-Lingkungan

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meluncurkan buku 'Alkitab dan Konservasi Alam'...

    OJK Dorong Literasi Keuangan Pelajar dan UMKM di Mansel-Teluk Bintuni

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya (PB-PBD)...