JAKARTA, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan meluncurkan layanan Pandawa atau Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp yang bisa diakses 24 jam untuk mengurus administrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). BPJS memastikan layanan prioritas seperti penambahan anggota keluarga hingga perbaikan data direspons kurang dari lima menit.
“Kami menjamin layanan prioritas seperti penambahan anggota keluarga, pengaktifan kembali kepesertaan, dan perbaikan data akan direspons kurang dari lima menit oleh petugas Pandawa,” kata Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Layanan Pandawa dapat diakses penuh selama 24 jam melalui nomor 0811-8165-165. Pandawa menjadi bagian dari delapan program Quick Wins yang disiapkan BPJS Kesehatan.
Delapan program Quick Wins itu ditargetkan rampung dalam 100 hari kerja pertama direksi periode 2026-2031. Program ini difokuskan untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan bagi peserta JKN, terutama dalam merespons keluhan secara cepat dan solutif.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan Quick Wins terdiri dari empat program berbasis kebutuhan peserta (customer centric) dan empat program kolaboratif. Program itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas jangkauan layanan.
“Program Customer Centric kami kembangkan untuk mengakomodir kebutuhan fundamental peserta JKN, terutama agar setiap kendala yang dihadapi bisa direspons dengan cepat dan solutif. Sementara program kolaboratif bertujuan memperluas jangkauan layanan melalui sinergi lintas sektor,” ujarnya.
Empat program customer centric meliputi Respons Cepat Solutif, Iuran Kuat, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda, dan Eliminasi Inefisiensi. Program Respons Cepat Solutif difokuskan pada penanganan keluhan peserta serta perluasan akses komunikasi hingga ke wilayah pedesaan.
Akmal merinci layanan prioritas Pandawa mencakup penambahan anggota keluarga bagi bayi baru lahir. Layanan lainnya yakni pengaktifan kembali status kepesertaan bagi peserta nonaktif atau mahasiswa di atas 21 tahun, serta pembaruan data nomor telepon, alamat, hingga identitas kependudukan.
Peluncuran program ini turut mendapat dukungan dari pemerintah. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menilai Pandawa 24 jam sebagai bagian dari transformasi menuju digital welfare state.
“Layanan publik ke depan harus bergerak dari reaktif menjadi proaktif. Digitalisasi membantu mengurangi inefisiensi dan meningkatkan kualitas pelayanan,” ucapnya.
Selain itu, program Iuran Kuat difokuskan pada optimalisasi penerimaan iuran melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk skema CSR dan pengembangan pembayaran iuran fleksibel. Program Prolanis Muda menyasar penderita penyakit kronis usia di bawah 45 tahun, sementara Eliminasi Inefisiensi dilakukan melalui pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi potensi kecurangan dalam klaim.
BPJS Kesehatan juga menyiapkan empat program kolaboratif seperti P-Care MBG untuk pemantauan kesehatan siswa. Program lainnya yakni Desa Sehat JKN melalui kerja sama dengan koperasi serta program JKN 3T yang menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar dengan dukungan TNI AL dan tenaga kesehatan.
Melalui berbagai program tersebut, BPJS Kesehatan berharap layanan JKN semakin responsif dan efisien. BPJS juga menargetkan layanan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia. (LP14/red)
















