PEGAF, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meresmikan Gereja Yerusalem Mbondidip di Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Minggu (22/2/2026). Selain meresmikan gedung, Gubernur juga menyerahkan bantuan ratusan sak semen untuk menuntaskan pembangunan fasilitas pendukung rumah ibadah tersebut.
“Gedung gereja ini sudah dibangun dengan baik dan megah, maka harus dimanfaatkan untuk beribadah dengan sungguh-sungguh,” ujar Dominggus dalam sambutannya di hadapan jemaat.
Dominggus menilai kehadiran gedung gereja ini sangat representatif untuk menunjang kenyamanan warga dalam beribadah. Dia berharap kemegahan bangunan tersebut berbanding lurus dengan pertumbuhan iman masyarakat di Majelis Daerah Tinam Imbai.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat pun turut memberikan dukungan nyata dengan menyalurkan bantuan material sebanyak 500 sak semen. Bantuan ini dialokasikan khusus untuk pembangunan pagar gereja agar area rumah ibadah menjadi lebih tertata.
Bupati Pegaf Dominggus Saiba yang turut hadir memberikan apresiasi atas berdirinya gereja tersebut yang dinilai setara dengan bangunan di perkotaan. Selain memberikan bantuan pribadi sebesar Rp50 juta, dia juga menggunakan momentum ini untuk memberikan peringatan keras terkait ketertiban wilayah.
“Dari mata jalan Prafi sampai Pegaf saya minta tidak ada palang-palang. Kalau ada, saya sendiri yang akan turun dan bongkar,” tegasnya.
Saiba mengingatkan masyarakat agar menjaga akses jalan utama tetap terbuka tanpa adanya aksi pemalangan yang menghambat mobilitas. Dia juga meminta pemuda dan kepala kampung di Distrik Anggi bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Selain masalah keamanan, Bupati menyoroti kedisiplinan ASN yang bertugas di Pegaf, tetapi masih tinggal di luar daerah. Dia memerintahkan seluruh pegawai untuk segera menetap dan mengubah administrasi kependudukan menjadi KTP Pegaf.
Pemerintah daerah mengancam akan mengambil tindakan administratif tegas bagi ASN yang tidak mematuhi arahan tersebut. Salah satu sanksi yang disiapkan adalah penahanan gaji hingga pengembalian status kepegawaian ke daerah asal.
Kegiatan peresmian ini diakhiri dengan peletakan batu pertama pembangunan pagar gereja yang disaksikan oleh para pimpinan OPD dan tokoh agama. Momen ini diharapkan menjadi simbol penguatan kehidupan keagamaan di wilayah setempat. (LP14/red)








