Gubernur Apolo: Seolah-olah Otsus Papua, tapi Khususnya Tidak Ada

Published on

MERAUKE, LinkPapua.id – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengkritik adanya benturan regulasi yang membuat keistimewaan Papua menjadi tidak berarti. Dia menilai banyak klausul dalam UU Otonomi Khusus (Otsus) yang justru dikunci oleh aturan sektoral dari pemerintah pusat.

“Seolah-olah jadinya otonomi khusus, tapi khususnya tidak ada karena harus kembali lagi ke undang-undang sektoral aturan pusat. Benturan regulasi seperti itu yang perlu diselesaikan,” ujar Apolo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/1/2026).

Baca juga:  Quick Count Pilgub Papua Versi Indikator, Fakhiri-Rumaropen Unggul Tipis

Apolo mencontohkan persoalan ini kerap terjadi pada sektor kehutanan, pertambangan, hingga urusan kepegawaian ASN. Menurutnya, meskipun kewenangan tersebut tercantum dalam UU Otsus, namun pelaksanaannya sering kali ditarik kembali ke aturan nasional.

“Di undang-undang Otsus itu misalnya ada kewenangan soal bidang kehutanan tapi di situ ada klausul yang menyebutkan terakhir dikunci bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai kehutanan di tanah Papua dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Itu berarti kembali lagi ke undang-undang penanganan kehutanan di pusat,” jelasnya.

Baca juga:  Keerom Papua Diguncang Gempa Magnitudo 6,5

Kondisi tumpang tindih aturan ini dianggap menjadi penghambat utama dalam upaya percepatan kesejahteraan di Bumi Cendrawasih. Oleh karena itu, Apolo mendesak pemerintah pusat untuk segera melakukan revisi terhadap UU Otsus pasca-pemekaran enam provinsi di Papua.

“Kita harus akui bahwa hal itu sudah berjalan dengan cukup baik dan sudah ada hasil yang bisa kita nikmati, namun kita masih butuh percepatan yang lebih baik dengan melakukan evaluasi terhadap program percepatan pembangunan yang sudah dilakukan di Papua,” tuturnya.

Baca juga:  Kampanye di Papua Pegunungan, GSP Ajak Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran

Dia menegaskan usulan revisi ini murni untuk kepentingan efektivitas birokrasi dan pembangunan daerah. Masyarakat tidak perlu khawatir karena langkah hukum tersebut tetap berada dalam bingkai kedaulatan negara.

“Ini harus diatur juga di PP. Kita tidak perlu takut ada revisi UU Otsus Papua, sebab hal itu tidak akan mempengaruhi eksistensi NKRI,” pungkasnya. (*/red)

Latest articles

Mengatasi Defisit Listrik di Manokwari, PLN Siapkan Tambahan Pasokan 10 MW

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Sistem kelistrikan di Kabupaten Manokwari saat ini mengalami defisit daya. Untuk mengatasi kondisi tersebut, PLN menyiapkan pembangkit sewa dengan kapasitas 10 megawatt (MW)...

More like this

Pansus Papua DPD RI Bakal Kunjungi Maybrat-Timika Bahas Penyelesaikan Konflik

JAKARTA, LinkPapua.id - Panitia Khusus (Pansus) Papua DPD RI bakal mengunjungi Maybrat, Papua Barat...

Menko Pangan Zulhas: Pembangunan-Pemerataan Papua Libatkan Masyarakat Adat

SORONG, LinkPapua.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta pembangunan di...

Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Jayapura Papua, Tak Berpotensi Tsunami

JAYAPURA, LinkPapua.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,5 mengguncang wilayah Kabupaten Jayapura, Papua....