TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy melepas 15 putra-putri asli daerah untuk mengikuti apprenticeship program tahun 2026. Belasan peserta tersebut dikirim untuk menjalani pendidikan khusus di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas (PPSDM Migas) Cepu, Jawa Tengah.
“Teluk Bintuni telah dikenal luas sebagai daerah penghasil gas nasional, tetapi saya selalu tekankan kita tidak boleh hanya menjadi penonton di atas tanah sendiri. Generasi muda kita harus dipersiapkan dengan ilmu, keterampilan dan karakter yang kuat agar mampu mengisi ruang-ruang strategis di sektor industri migas,” kata Yohanis di Aula Sasana Karya Kantor Bupati, Senin (23/2/2026).

Yohanis menegaskan kekayaan alam yang melimpah tidak boleh dinikmati tanpa kesiapan SDM lokal yang mumpuni. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk mencetak tenaga kerja kompeten di tengah pesatnya industri migas.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, serap ilmu sebanyak-banyaknya. Bangun kedisiplinan dan integritas. Kalian inilah yang kelak diharapkan menjadi tuan di negeri sendiri, mengambil peran dalam pembangunan, dan menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujarnya.
Para peserta yang terdiri dari 10 laki-laki dan 5 perempuan ini berasal dari Distrik Sumuri, Babo, dan Aroba. Seluruh peserta telah melewati tahapan seleksi ketat mulai dari tes potensi akademik (TPA) hingga sesi wawancara.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada manajemen Genting Oil Kasuri Pte Ltd dan SKK Migas. Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan adalah fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif. Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan Teluk Bintuni,” bebernya.
Perwakilan manajemen Genting Oil Kasuri Pte Ltd Hendy Sahetapy menjelaskan program ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata bagi masyarakat lokal. Hal ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pengembangan kapasitas warga di wilayah operasi.
“Program apprenticeship ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata dan kompetensi teknis kepada putra-putri daerah sehingga mereka siap bersaing dan memenuhi kebutuhan operasional industri migas. Kami tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter, budaya kerja, keselamatan, dan profesionalisme,” ungkap Hendy.
Hendy menambahkan keberhasilan operasional perusahaan sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat sekitar. Investasi pada SDM dianggap sebagai jalan terbaik untuk memastikan keberlanjutan industri di masa depan.
“Kami meyakini bahwa keberhasilan operasi tidak bisa dipisahkan dari dukungan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, investasi terbaik adalah pada pengembangan sumber daya manusia. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, menjaga nama baik daerah, serta kembali dengan kompetensi yang siap diaplikasikan untuk mendukung kemajuan Teluk Bintuni,” pesannya.
Prosesi pelepasan ini ditandai dengan pemasangan rompi dan penyerahan perlengkapan belajar secara simbolis kepada perwakilan peserta. Mereka dijadwalkan akan menempuh pendidikan dan pelatihan selama 12 bulan ke depan. (LP5/red)








