Menteri PAN-RB Sebut WFH ASN Menggembirakan, tapi Tak Ungkap Data

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – Menteri PAN-RB Rini Widyantini mengeklaim implementasi kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi ASN instansi pusat menunjukkan hasil yang menggembirakan. Meski demikian, pemerintah belum memaparkan data eksak maupun ukuran keberhasilan secara rinci dari kebijakan tersebut.

Evaluasi pekan pertama tersebut disampaikan Rini di Jakarta pada Senin (13/4/2026). Kebijakan ini merupakan bentuk transformasi cara kerja pascapandemi Covid-19 yang diterapkan kepada aparatur sipil negara.

“Sejauh ini catatan kami menunjukkan gambaran yang cukup menggembirakan. Implementasi di instansi pemerintah pusat berjalan kondusif dan mampu mempertahankan kinerja. Hal ini juga merupakan bagian dari pengalaman yang telah kita lakukan sepanjang pandemi Covid-19 yang lalu,” ujar Rini.

Baca juga:  KPK Ingatkan ASN, THR dan Hadiah Hari Raya Bisa Masuk Ranah Korupsi

Rini menekankan kebijakan ini bukan merupakan pengurangan jam kerja bagi para pegawai negeri. Penyesuaian ini murni dilakukan untuk mendorong pola kerja yang lebih cerdas, efisien, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Ini bukan pengurangan jam kerja, melainkan bentuk transformasi cara kerja agar lebih cerdas, efisien, adaptif, dan responsif. Target kinerja ASN tidak berubah, yang berubah adalah bagaimana mereka bekerja,” tegasnya.

Pemerintah menjamin pelayanan publik tidak terganggu dan tetap berjalan normal bagi masyarakat luas. Penjaminan ini didasarkan pada hasil pemantauan Survei Kepuasan Masyarakat serta kanal pengaduan di tiap kementerian maupun lembaga.

“Yang menjadi prioritas utama kami dan ini tidak bisa ditawar adalah pelayanan publik tetap berjalan dengan baik. Layanan esensial dan yang berdampak langsung kepada masyarakat tetap berjalan dan tidak berhenti seperti biasa, termasuk bagi kelompok rentan,” jelasnya.

Baca juga:  Pemerintah Tetapkan 18 Agustus 2025 sebagai Cuti Bersama Nasional

Namun, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah hambatan teknis yang dialami di lapangan, terutama terkait infrastruktur digital. Kondisi kesiapan sistem informasi antarinstansi terpantau masih belum merata sehingga memerlukan penyempurnaan lebih lanjut.

“Memang ada variasi kesiapan infrastruktur digital antar instansi, dan beberapa masih dalam proses menyesuaikan pembagian tugas. Ini terus kami pantau dan sempurnakan,” ucap Rini.

Pemerintah akan melakukan evaluasi berkala setiap dua bulan untuk mengukur efektivitas kebijakan secara menyeluruh. Evaluasi tahap pertama dijadwalkan rampung pada Juni 2026 dengan mewajibkan setiap instansi mengirimkan laporan capaian kinerja organisasi.

Baca juga:  Panitia Kongres PWI XXV 2023 Sampaikan Apresiasi kepada Sponsor dan Mitra

“Setiap instansi wajib melaporkan capaian kinerja organisasi, kinerja ASN, efisiensi energi, dan kualitas pelayanan publik. Dari situ kami akan menjadikan sebagai basis data yang kuat untuk melakukan langkah-langkah penyesuaian jika diperlukan,” ungkapnya.

Proses transformasi budaya kerja birokrasi ini dipastikan akan terus dikawal secara berkelanjutan oleh Kementerian PANRB. Hal ini demi memastikan tujuan efisiensi energi dan pelestarian lingkungan dapat tercapai dalam jangka panjang.

“Intinya, kami optimistis namun tetap waspada. Transformasi budaya kerja birokrasi adalah proses, bukan peristiwa sekali jadi. Kami akan terus mengawal agar tujuan transformasi tata kelola, efisiensi energi, dan pelestarian lingkungan dapat tercapai dalam jangka panjang,” pungkas Rini. (*/red)

Latest articles

63% Sampah di Teluk Bintuni Belum Terkelola, Yayasan Phapeda Ngadu ke...

0
JAKARTA, LinkPapua.id - Yayasan Pemerhati Perempuan dan Anak (Phapeda) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, mengadu ke Komisi XII DPR RI terkait buruknya tata kelola...

More like this

Bahas Kebebasan Pers, Dewan Pers Bedah Kasus Pembatasan Konten Magdalene.id

JAKARTA, LinkPapua.id - Dewan Pers menggelar diskusi khusus untuk membedah kasus pembatasan akses konten...

Konsultasi ke WHO, BPOM Setujui Vaksinasi Campak untuk Dewasa

JAKARTA, LinkPapua.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI resmi mengizinkan penggunaan vaksin...

BGN Klarifikasi Motor Listrik MBG: Realisasi 21.801 Unit, Bukan 70 Ribu

JAKARTA, LinkPapua.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengklarifikasi kabar pengadaan motor listrik untuk program...