Wagub Papua Barat Tegaskan Dana Otsus Cegah Anak OAP Putus Sekolah

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani menegaskan penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak Papua. Kebijakan ini bertujuan agar tidak ada lagi anak di Papua Barat yang putus sekolah.

“Dengan berbagai insentif yang diberikan pemerintah untuk memastikan bahwa anak Papua usia sekolah wajib mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Lakotani kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Sabtu (2/5/2026).

Dia menjelaskan program Papua Barat Cerdas (PBC) telah mengalokasikan bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa di dalam maupun luar daerah sejak 2025. Penyaluran dana ini menyasar berbagai jenjang pendidikan untuk menjamin keberlanjutan studi anak-anak Papua.

Baca juga:  Pimpinan OPD Pemprov Papua Barat Diminta Segera Siapkan Laporan LPPD dan LKPj

Bantuan tersebut mencakup penyediaan seragam bagi siswa SMA dan SMK khusus orang asli Papua (OAP). Selain itu, terdapat bantuan dana pendidikan bagi mahasiswa OAP yang memenuhi kriteria prestasi akademik.

Lakotani menyebut pemerintah menetapkan standar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 bagi mahasiswa penerima bantuan. Standar ini rencananya akan terus ditingkatkan untuk memotivasi prestasi akademik mahasiswa.

Baca juga:  Gubernur Dominggus Optimistis UMPB Jadi Motor Pembangunan Berkelanjutan di Papua Barat

“Memang syarat itu ditetapkan agar mahasiswa bersungguh-sungguh dan benar-benar layak untuk mendapatkan bantuan dengan IPK tersebut,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas Dowansiba menjelaskan bantuan seragam sekolah bertujuan meringankan beban biaya orang tua siswa. Penerima manfaat program ini diprioritaskan bagi OAP dari garis keturunan ayah maupun ibu.

“Saat ini kita masih prioritaskan OAP golongan 1 dan 2 di mana ayah atau ibunya orang asli Papua,” jelas Barnabas.

Baca juga:  September, Serapan Anggaran APBD Papua Barat 2023 Jauh dari Target

Pihak dinas menyiapkan formulir khusus status OAP pada proses penerimaan peserta didik baru di jenjang SMA dan SMK. Data tersebut menjadi dasar utama dalam penyaluran bantuan seragam di setiap sekolah.

“Pada saat penerimaan siswa baru SMA/SMK nanti akan ada formulir khusus yang menyatakan bahwa dirinya OAP. Dari data itu maka pemberian bantuan seragam akan diarahkan,” pungkasnya. (LP14/red)

Latest articles

TNI Kontak Tembak di Lokasi Persinggahan OPM Yahukimo, Amankan 7 Pucuk...

0
YAHUKIMO, LinkPapua.id – Tim gabungan TNI terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dalam operasi tersebut,...

More like this

‎BPJS Keliling Hadir di Prafi, Geonoveva Terbantu Urus Kepesertaan JKN Usai Suami Meninggal

MANOKWARI, LinkPapua.id – Layanan BPJS Keliling di Puskesmas Mowbja, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua...

Pengurus PORDI Papua Barat Bertabur Anggota Dewan, Haryono May Siapkan Event Nasional

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua Barat...

KNPI Papua Barat Desak Presiden Evaluasi Pemangkasan DBH Migas Otsus 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Barat mendesak Presiden Prabowo...