Antrean Haji Papua Barat-PBD Capai 22 Tahun, 12.205 Orang Masih Menunggu

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Papua Barat mencatat sebanyak 12.205 calon jemaah masih berada dalam daftar tunggu keberangkatan. Jumlah pendaftar yang membeludak membuat masa antrean jemaah di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya (PBD) kini mencapai rata-rata 22 tahun.

“Jumlah pendaftar sangat besar, sementara kuota terbatas. Ini yang menyebabkan waktu tunggu cukup panjang di hampir semua kabupaten/kota,” kata Kepala Kanwil Kemenhaj Papua Barat, Azis Hagemur, saat pelepasan haji di Hotel Aston Niu, Manokwari, Rabu (6/5/2026).

Baca juga:  Tiba di Teluk Bintuni, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Pabrik Ikan Kaleng hingga Tugu Peradaban Islam

Azis merinci total 12.205 pendaftar tersebut tersebar di berbagai wilayah dengan masa tunggu bervariasi. Kota Sorong memiliki pendaftar terbanyak yakni 4.372 orang (19 tahun), sementara Teluk Bintuni menjadi yang terlama dengan masa tunggu 28 tahun.

Kabupaten Sorong tercatat memiliki 1.357 pendaftar dengan antrean 18 tahun. Adapun untuk wilayah Fakfak terdapat 1.261 pendaftar dan Manokwari 580 pendaftar yang keduanya memiliki masa tunggu 16 tahun.

“Kuota ini sudah termasuk prioritas lansia di beberapa daerah,” ucapnya.

Baca juga:  Soal Obat Sirop, BPOM di Manokwari Tunggu Arahan Pusat

Berdasarkan regulasi terbaru, kuota haji reguler 2026 untuk Papua Barat dan Papua Barat Daya hanya tersedia bagi 447 jemaah. Kota Sorong mendapatkan porsi terbesar sebanyak 223 jemaah reguler dan 5 jemaah lansia.

Terkait mutasi jemaah, terdapat 11 orang yang pindah keluar dari Papua Barat karena urusan domisili atau tugas. Sebaliknya, tercatat hanya ada satu jemaah yang melakukan mutasi masuk ke wilayah ini.

Pada keberangkatan tahun ini, Desti Ramahdani (17) asal Teluk Bintuni tercatat sebagai jemaah termuda di kelompok terbang (Kloter) 25. Sementara itu, Rosi Palubu (84) asal Kota Sorong menjadi jemaah tertua dalam kelompok terbang tersebut.

Baca juga:  Warga Binaan LPP Manokwari Ikuti Pelatihan Pengembangan Ekonomi-Pertanian

Azis menegaskan agar seluruh petugas kelompok terbang dan tenaga kesehatan memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah selama di Arab Saudi. Dia juga meminta jemaah menjaga perilaku dan mendoakan kebaikan bagi para pemimpin daerah.

“Ibadah haji adalah ibadah yang berat. Bukan karena ingin dipuji orang lain, tetapi harus dilandasi iman dan takwa kepada Allah,” tutupnya. (LP14/red)

Latest articles

Wabup Bintuni Lepas 70 Anggota Kafilah MTQ XI Papua Barat ke...

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara melepas 70 anggota kafilah Kabupaten Teluk Bintuni untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ)...

More like this

24 Kontingen Bersaing di Kategori Paduan Suara Wanita Pesparawi Nasional 2026

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sebanyak 24 kontingen dari berbagai provinsi bersaing pada kategori paduan suara...

PSDC Papua Barat Bahagia Tampilkan Hasil Latihan 2 Tahun di Pesparawi XIV, Optimistis Raih Hasil Terbaik

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen paduan suara dewasa campuran (PSDC) Papua Barat mengaku bahagia bisa...

Jawa Tengah Tampil Memukau di Kategori PSDC Pesparawi, Utamakan Pelayanan Dibanding Prestasi

MANOKWARI, LinkPapua.id - Kontingen Jawa Tengah tampil memukau pada kategori paduan suara dewasa campuran...