Anggota DPR RI Obet Rumbruren Ingatkan Pengelola MBG di Manokwari: Jangan Cuma Cari Untung!

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota Komisi IX DPR RI Obet A Rumbruren memberikan peringatan kepada seluruh pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Barat. Dia menegaskan agar pihak pengelola tidak menyalahgunakan program tersebut demi mengejar keuntungan pribadi semata.

Obet menekankan hal itu saat sosialisasi program MBG di RM Bu Isti, kawasan Anday, Kabupaten Manokwari, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dan koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Manokwari untuk membahas pemenuhan gizi anak sekolah hingga balita.

Baca juga:  BGN Klarifikasi Motor Listrik MBG: Realisasi 21.801 Unit, Bukan 70 Ribu

“Pengelola program harus memiliki jiwa sosial dan tanggung jawab kepada masyarakat, bukan hanya berorientasi pada keuntungan. Standar gizi dan keamanan pangan juga wajib dijaga agar kualitas makanan tetap baik dan aman dikonsumsi,” katanya.

Obet menjelaskan integritas pengelola di lapangan, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menjadi kunci keberhasilan program. Dia meminta pengawasan diperketat guna mencegah adanya oknum yang mencari keuntungan dari dana pemenuhan gizi masyarakat.

“Program ini sangat baik dan perlu didukung penuh karena bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mencegah anak-anak mengalami kekurangan gizi. Namun, pengawasan harus diperketat agar tidak ada oknum yang memanfaatkan program untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Baca juga:  Penerbangan Berangsur Normal, 5 Maskapai Beroperasi Lagi di Manokwari

Program MBG menyasar peserta didik dari tingkat PAUD hingga SMA, termasuk para santri di pondok pesantren. Selain itu, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga menjadi target utama dalam upaya menekan angka stunting di daerah.

Pemerintah menggunakan program ini sebagai strategi memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan produktif. Keamanan pangan dan standar nutrisi yang diberikan wajib memenuhi kriteria kesehatan yang ketat.

Baca juga:  DPR Papua Barat Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2022

Sementara itu, DPR RI melalui Komisi IX berkomitmen melakukan fungsi pengawasan dan evaluasi anggaran secara berkala di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap paket makanan yang disalurkan berdampak nyata bagi kesehatan generasi muda.

Obet menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan program di lingkungan masing-masing sangat diperlukan. Partisipasi warga dapat memastikan distribusi makanan bergizi tersebut tepat sasaran dan tidak mengalami penyimpangan. (LP14/red)

Latest articles

‎PELITA Goes to School Ajak Pelajar SMK Negeri Tandia Rawat Kerukunan...

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Pemuda Lintas Agama (PELITA) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengajak pelajar SMK Negeri Tandia menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama....

More like this

‎PELITA Goes to School Ajak Pelajar SMK Negeri Tandia Rawat Kerukunan di Teluk Wondama

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Pemuda Lintas Agama (PELITA) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengajak...

FASI BKPRMI Manokwari Diikuti 187 Peserta, Wabup Dorong Potensi Generasi Qurani

MANOKWARI, Linkpapua.id– Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Manokwari menggelar Festival Anak...

KPU RI Dorong Pelayanan Pemilu Inklusif di Papua Barat, Perkuat Akses Disabilitas-Masyarakat Adat

MANOKWARI, LinkPapua.id – KPU RI mendorong penguatan standar pelayanan kepemiluan yang inklusif di Papua...