Pemprov Papua Barat Curiga Oknum Timbun Elpiji Jelang Pesparawi Nasional XIV

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemprov Papua Barat menyoroti potensi penimbunan elpiji di Manokwari menjelang Pesparawi Nasional XIV. Dugaan itu mencuat di tengah kelangkaan elpiji yang terjadi hampir sebulan terakhir.

“Jangan sampai ada isu seperti itu seolah-olah gas disimpan karena akan ada event besar dan ini tidak boleh,” kata Asisten II Setda Papua Barat Melkias Werinussa kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (18/5/2026).

Pesparawi Nasional XIV akan digelar di Manokwari pada 18–28 Juni 2026. Werinussa mengingatkan agar tidak ada pihak yang sengaja menahan stok untuk mengambil keuntungan saat permintaan meningkat.

Baca juga:  Bukit Doa Manokwari, Awali Shooting Film Dokumenter "Tanah Air Ku"

Kelangkaan elpiji di Manokwari juga membuat harga elpiji ukuran 12 kilogram (kg) di tingkat masyarakat dilaporkan tembus Rp600 ribu per tabung. Werinussa menilai harga tersebut sudah jauh di atas batas kewajaran.

Selain itu, kelangkaan elpiji berdampak pada operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur MBG dilaporkan tidak dapat beroperasi karena sulit memperoleh pasokan gas.

Baca juga:  Lampung Target Sapu Bersih Emas di 6 Kategori Pesparawi Nasional XIV

“Dapur SPPG semua kesulitan karena mereka masaknya pakai gas,” ujar Werinussa.

Werinussa mengatakan dampak kelangkaan elpiji tidak hanya dirasakan rumah tangga. Program pemerintah yang bergantung pada pasokan energi juga mulai terganggu.

Dia menjelaskan perubahan jalur distribusi elpiji diduga menjadi salah satu penyebab tersendatnya pasokan di Manokwari. Werinussa menyebut kondisi geopolitik internasional, termasuk konflik Amerika Serikat dan Iran, turut memengaruhi kebijakan distribusi Pertamina.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Fokus Selesaikan Deretan Regulasi Tahun Ini, Apa Saja?

Sebelumnya, pasokan elpiji untuk Papua Barat dapat masuk melalui Surabaya. Namun kini distribusi disebut harus melalui Terminal BBM Wayame di Ambon.

“Kalau diambil dari Wayame, kita kesulitan kapalnya,” ucapnya.

Meski demikian, Werinussa mengaku mendapat informasi bahwa pasokan elpiji sebenarnya sudah masuk ke Manokwari. Dia meminta pemerintah memastikan pihak yang menerima pasokan serta jalur distribusinya.

“Kita harus pastikan bahwa gas itu siapa yang memasukkan dan distribusikan ke toko mana saja,” tegasnya. (LP14/red)

Latest articles

Unik! Warga Kampung Yamboi Disebut Tak Konsumsi Pinang dan Merokok, Ini...

0
MANSEL, LinkPapua.id – Di tengah kesibukan pembangunan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan, ada cerita menarik dari Kampung Yamboi,...

More like this

‎Hingga Pukul 15.00 WIT, Tipikor Polda Papua Barat Sisir Bukti Dugaan Korupsi Hibah Rp7,3 Miliar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Papua Barat masih menyisir dan...

Wabup Mugiyono: DPN Ingin Melihat Langsung Kondisi Tambang Wasirawi

‎​MANOKWARI, Linkpapua.id– Guna memantau langsung perkembangan aktivitas pertambangan di kawasan Wasirawi, Deputi Bidang Geoekonomi...

Diskominfoperstatik Papua Barat: PAPEDA Instrumen Strategis Pengambilan Keputusan Berbasis Data

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengembangkan Portal Data dan Dasbor Eksekutif...