TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kontingen Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Fakfak menjadi juara pada cabang paduan suara (PS) gregorian Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Papua Barat. Teluk Bintuni menjadi juara PS gregorian remaja, sedangkan Fakfak keluar sebagai juara PS gregorian pria dewasa.
Pada kategori PS gregorian remaja, Teluk Bintuni meraih juara pertama dengan nilai 78,58, mengungguli Kaimana yang memperoleh nilai 76,71. Sementara pada kategori PS gregorian pria dewasa, Fakfak menjadi juara dengan nilai 79,88, disusul Teluk Bintuni 78,83, Kaimana 75,96, Manokwari Selatan 75,25, dan Manokwari.
Seluruh peserta tampil di hadapan tiga dewan juri, yakni Perry Rumengan, Budi Yohanes Susanto, dan P Harry Hermanus Singkoh. Usai perlombaan, dewan juri memberikan evaluasi terhadap penampilan seluruh kontingen.


“Kita sudah menyampaikan berulang-ulang mengenai pentingnya diksi dan pengucapan. Bacalah teks lagu berulang-ulang agar makna syair dapat dipahami dengan baik. Nilai bukan diberikan oleh juri, tetapi ditentukan dari penampilan yang saudara tampilkan sendiri,” ujar Perry saat sesi evaluasi di Gedung Serbaguna (GSG) Bintuni, Kamis (9/7/2026).
Selain itu, Perry menegaskan teknik vokal menjadi fondasi dalam membangun kualitas paduan suara. Menurutnya, latihan seharusnya diawali dengan pembentukan vokal sebelum mengembangkan aspek musikal lainnya.
Dia mengatakan materi lagu yang dibawakan peserta sudah cukup baik. Namun, teknik penyajian masih perlu ditingkatkan karena sebagian peserta terlihat tegang saat bernyanyi sehingga memengaruhi pernapasan dan kualitas produksi suara.
Sementara itu, Harry mengatakan syair dalam lagu gregorian merupakan doa yang harus dipahami dan dihayati setiap penyanyi. Menurutnya, peserta tidak cukup hanya menguasai nada, tetapi juga harus memahami alur melodi, penghayatan, sikap tubuh, serta keterpaduan antara teks dan melodi.
Adapun Budi menegaskan kualitas suara menjadi aspek utama dalam penilaian. Dia berharap seluruh peserta terus meningkatkan latihan, terutama dalam penguasaan napas agar mampu membawakan setiap frasa lagu dengan lebih panjang, stabil, dan ekspresif sesuai karakter musik gregorian. (*/red)









