Fakfak Juara Paduan Suara Wanita Dewasa Pesparani IV Papua Barat, Ungguli Kaimana-Bintuni

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kontingen Kabupaten Fakfak meraih juara pertama cabang paduan suara (PS) wanita dewasa pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Papua Barat. Fakfak mengungguli Kaimana dan tuan rumah Teluk Bintuni.

Fakfak keluar sebagai juara setelah meraih nilai 81,75. Kaimana menempati posisi kedua dengan nilai 78,85, sedangkan Teluk Bintuni berada di peringkat ketiga dengan nilai 77,80.

Penampilan seluruh kontingen dinilai tiga dewan juri, yakni Perry Rumengan, Budi Yohanes Susanto, dan Veronika Silvia Rettob. Penilaian dilakukan berdasarkan teknik vokal, musikalitas, penghayatan, serta kesesuaian dengan karakter lagu yang dibawakan.

Baca juga:  Plt Kakanwil Kemenag Papua Barat: Sukses 3 Event Keagamaan Bukti Kerukunan Umat Terjaga

Budi menegaskan teknik vokal masih menjadi aspek utama yang perlu mendapat perhatian seluruh peserta. Menurutnya, masih terdapat beberapa bagian yang belum sesuai ketentuan sehingga perlu diperbaiki melalui latihan yang konsisten.

“Masih terdapat beberapa bagian yang belum sesuai dengan ketentuan sehingga perlu diperbaiki melalui latihan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” kata Budi saat menyampaikan evaluasi lomba di Gedung Serbaguna (GSG) Bintuni, Kamis (9/7/2026).

Selain teknik vokal, Budi juga mengingatkan pentingnya memperhatikan sikap tubuh saat bernyanyi. Dia menilai postur yang rileks akan membantu penyanyi menghasilkan suara yang lebih baik sekaligus membuat ekspresi tampil lebih alami di atas panggung.

Baca juga:  Peringatan Ali Baham ke Pejabat: Salah Ditegur, Kalau Berulang Dicopot

Sementara itu, Veronika menilai setiap peserta perlu memahami filosofi dan makna lagu yang dibawakan. Dia menjelaskan konsep word painting atau menggambarkan makna melalui setiap kata harus dipahami agar syair dapat diekspresikan sesuai isi dan pesannya.

Adapun Perry mengatakan setiap lagu memiliki karakter yang berbeda sehingga membutuhkan penghayatan yang tepat. Menurutnya, penghayatan tidak dapat dipisahkan dari kemampuan vokal karena keduanya menjadi satu kesatuan yang menentukan kualitas penampilan.

Baca juga:  Tuan Rumah Teluk Bintuni Sambut Kontingen Pesparani IV Papua Barat dengan Atraksi Budaya

Dia juga menyoroti penggunaan kostum para peserta selama perlombaan. Perry mengingatkan kostum sebaiknya tetap indah, sopan, dan mencerminkan karakter lagu, tetapi tidak terlalu berat atau berlebihan agar tidak membatasi ruang gerak penyanyi.

Dewan juri berharap seluruh catatan yang diberikan menjadi bahan pembinaan bagi peserta, pelatih, dan pendamping. Mereka juga mendorong setiap kontingen terus meningkatkan teknik vokal, penghayatan, ekspresi, dan musikalitas untuk menghadapi Pesparani berikutnya maupun tingkat nasional. (*/red)

Latest articles

HUT Ke-16 SMAS Katolik Villanova, Kadis Pendidikan Manokwari: Kecerdasan Butuh Integritas

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Manokwari, Parjianty, menegaskan integritas dan tanggung jawab harus berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda yang cerdas, terampil,...

More like this

HUT Ke-16 SMAS Katolik Villanova, Apresiasi Dukungan Pemprov Papua Barat

MANOKWARI, LinkPapua.id - Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Katolik Villanova Manokwari mengapresiasi dukungan Pemerintah...

Bestari Saintek Unipa Latih Warga Mokwam Olah Hasil Tani Jadi Produk UMKM

MANOKWARI, LinkPapua.id – Tim Bestari Saintek Universitas Papua (Unipa) melatih warga Distrik Mokwam, Kabupaten...

HUT Ke-27 Papua Barat, Gubernur Dominggus Pimpin Ziarah ke Taman Makam Pahlawan

MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memimpin ziarah ke Taman Makam Pahlawan...