Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana Berebut Jadi Tuan Rumah Pesparani V Papua Barat

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kabupaten Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana bersaing menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik V Papua Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 2029. Penetapannya akan diputuskan melalui Musyawarah Daerah (Musda) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat.

Musda tersebut tidak hanya menetapkan tuan rumah Pesparani 2029, tetapi juga mengevaluasi penyelenggaraan Pesparani IV Papua Barat. Forum itu turut membahas kemungkinan penyesuaian mata lomba dan mekanisme penjurian yang masih berada dalam masa transisi.

Baca juga:  Tuan Rumah Teluk Bintuni Sambut Kontingen Pesparani IV Papua Barat dengan Atraksi Budaya

“Dalam Musda nanti akan dibahas secara khusus mengenai mata lomba,” kata Ketua Umum LP3KD Papua Barat Roberth KH Hammar saat ditemui wartawan di sela pelaksanaan Pesparani Katolik IV Papua Barat di Teluk Bintuni, Kamis (9/7/2026).

Musda akan dihadiri Ketua I Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN). Kehadirannya diharapkan memberikan informasi mengenai arah kebijakan dan persiapan menuju Pesparani tingkat nasional.

Roberth mengatakan terdapat tiga daerah yang masuk dalam pembahasan sebagai calon tuan rumah, yakni Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana. Penetapan tuan rumah tidak hanya mempertimbangkan kesiapan teknis, tetapi juga kemampuan pembiayaan serta persetujuan dari uskup setempat.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Gelar Workshop Pengembangan Kompetensi Perempuan

“Yang tidak kalah penting ketika menjadi tuan rumah adalah kemampuan menyediakan anggaran. Batas minimal yang dibutuhkan sekitar Rp4 miliar,” jelasnya.

Dia mengatakan ketiga daerah tersebut dinilai memiliki pengalaman menjadi penyelenggara kegiatan berskala provinsi, seperti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) maupun Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi). Namun, pengalaman itu tetap harus didukung kemampuan daerah dalam menyiapkan anggaran pelaksanaan.

Baca juga:  Diresmikan Kapolda PB, Begini Kisah Haru di Balik Pembangunan Aula Andriano Ananta

Roberth menambahkan daerah yang ditetapkan sebagai tuan rumah nantinya diberi kewenangan penuh membentuk kepanitiaan dan mengelola penyelenggaraan Pesparani. Hal itu menjadi bagian dari proses pembelajaran organisasi bagi daerah penyelenggara.

“Lomba hanya merupakan instrumen. Makna sebenarnya adalah bagaimana meningkatkan iman, menguasai lagu-lagu liturgi, kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Dia berharap penyelenggaraan Pesparani tahun ini menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak. Menurutnya, berbagai kekurangan dapat diperbaiki sehingga pelaksanaan Pesparani Papua Barat pada 2029 berjalan lebih baik. (LP14/red)

Latest articles

HUT Ke-16 SMAS Katolik Villanova, Kadis Pendidikan Manokwari: Kecerdasan Butuh Integritas

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Manokwari, Parjianty, menegaskan integritas dan tanggung jawab harus berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda yang cerdas, terampil,...

More like this

HUT Ke-16 SMAS Katolik Villanova, Apresiasi Dukungan Pemprov Papua Barat

MANOKWARI, LinkPapua.id - Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Katolik Villanova Manokwari mengapresiasi dukungan Pemerintah...

Bestari Saintek Unipa Latih Warga Mokwam Olah Hasil Tani Jadi Produk UMKM

MANOKWARI, LinkPapua.id – Tim Bestari Saintek Universitas Papua (Unipa) melatih warga Distrik Mokwam, Kabupaten...

HUT Ke-27 Papua Barat, Gubernur Dominggus Pimpin Ziarah ke Taman Makam Pahlawan

MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memimpin ziarah ke Taman Makam Pahlawan...