MANOKWARI, LinkPapua.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Papua Barat akan memfasilitasi bantuan seragam sekolah senilai Rp3 juta bagi peserta didik baru orang asli Papua (OAP) pada tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut disiapkan untuk meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.
Penyaluran bantuan akan dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) bersama seluruh kepala SMA/SMK se-Papua Barat pada akhir Juli 2026. Pendataan siswa OAP menjadi dasar penyaluran bantuan tersebut.
“Rakor akan membahas persiapan pendataan siswa baru OAP yang akan menerima bantuan seragam senilai Rp3 juta,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas Dowansiba usai mengikuti rapat evaluasi program organisasi perangkat daerah (OPD) di Mansinam Beach Hotel, Manokwari, Jumat (10/7/2026).

Barnabas menjelaskan bantuan tersebut mencakup empat jenis seragam, yakni seragam putih abu-abu, Pramuka, batik, dan olahraga. Seluruh kebutuhan seragam akan disiapkan melalui sekolah.
Dana bantuan tidak disalurkan langsung kepada siswa. Disdik Papua Barat akan mengirim anggaran ke sekolah berdasarkan jumlah siswa OAP yang telah terdata.
“Uang itu nanti kami kirim ke sekolah untuk siswa OAP yang terdata, sehingga mereka tidak lagi dibebani biaya pembelian seragam,” katanya.
Barnabas berharap program tersebut dapat mengurangi beban ekonomi keluarga, terutama pada awal tahun ajaran baru. Dia menilai bantuan itu akan membantu orang tua memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
“Dengan bantuan ini, siswa OAP sudah bebas dari biaya seragam,” jelasnya.
Selain bantuan seragam, rapat koordinasi juga akan membahas pendataan siswa berprestasi, baik OAP maupun non-OAP. Pendataan itu menjadi dasar pemberian bantuan apresiasi bagi siswa yang memenuhi kriteria.
Siswa yang masuk lima besar dengan nilai minimal 2.600 dipersiapkan menerima bantuan apresiasi. Bantuan tersebut diberikan sebagai penghargaan atas prestasi akademik yang diraih. (LP14/red)









