LP3KD Papua Barat Minta Pemprov Alokasikan Anggaran Setara untuk Kegiatan Keagamaan

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengalokasikan anggaran yang setara untuk seluruh kegiatan keagamaan. Dukungan itu mencakup Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani), Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), dan kegiatan serupa dari agama lainnya di Papua Barat.

“Saya katakan ini karena biasanya kita dilihat sebelah mata soal anggaran di provinsi,” kata Ketua LP3KD Papua Barat Roberth KR Hammar dalam sambutannya pada penutupan Pesparani Katolik IV Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat (10/7/2026).

Baca juga:  Rektor UNCRI Minta KUHAP Baru Akui Living Law di Papua

Roberth menilai semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama harus tecermin dalam kebijakan penganggaran pemerintah. Dia berharap Pemprov Papua Barat maupun pemerintah kabupaten memberikan perhatian yang setara kepada seluruh lembaga keagamaan yang menyelenggarakan kegiatan pembinaan umat.

“Dari momen Pesparani Katolik kali ini, saya berharap pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten setara dalam membantu LPPD (Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah), LP3KD, LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an), dan lembaga keagamaan lain yang menyelenggarakan kegiatan serupa. Jangan ada ketimpangan dalam pemberian bantuan,” bebernya.

Baca juga:  Mei 2023, Papua Barat Inflasi 0,56 Persen

Roberth mengaku telah berupaya memperjuangkan dukungan anggaran bagi penyelenggaraan Pesparani selama ini. Namun, upaya tersebut masih menghadapi berbagai kendala di tingkat provinsi.

“Saya sudah berjuang, tapi sering kali di provinsi kita kesulitan. Saya sampaikan ini supaya Pemprov Papua Barat mendengarnya, sehingga terkait toleransi kita jalan sama-sama, jangan ada yang ditinggalkan,” ungkapnya.

Dia meminta pemerintah kabupaten dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) dari daerah yang akan mewakili Papua Barat pada Pesparani Katolik tingkat nasional di Manado, Sulawesi Utara, mulai menyiapkan dukungan anggaran sejak sekarang. Menurutnya, kontingen Papua Barat membutuhkan anggaran minimal Rp6 miliar agar dapat mengikuti Pesparani Nasional secara maksimal.

Baca juga:  Tidak Ada Lawan, Petronella Kambuaya Aklamasi Jadi Ketua Golkar Kota Sorong

“Untuk Pesparani Nasional di Manado tahun depan kita butuh anggaran minimal Rp6 miliar. Kalau kita dapat seperti itu, kabupaten-kabupaten juga aman. Tetapi, kalau hanya Rp1 miliar sampai Rp2 miliar, maka kita akan sangat kesulitan, terutama Kabupaten Fakfak yang nanti pesertanya paling banyak karena meraih banyak champions di kategori paduan suara,” bebernya. (*/red)

Latest articles

Tuan Rumah Pesparani Katolik V Papua Barat 2029: Teluk Wondama

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kabupaten Teluk Wondama resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik V Papua Barat tahun 2029. Penetapan...

More like this

Tuan Rumah Pesparani Katolik V Papua Barat 2029: Teluk Wondama

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kabupaten Teluk Wondama resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Pesta Paduan...

Bupati Teluk Bintuni di Penutupan Pesparani IV Papua Barat: Tidak Ada yang Kalah!

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyatakan tidak ada peserta yang...

Tuan Rumah Teluk Bintuni Juara Umum Pesparani IV Papua Barat

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Tuan rumah Kabupaten Teluk Bintuni keluar sebagai juara umum Pesta...