MANOKWARI, Linkpapua.id– Proses autopsi terhadap jenazah presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, telah dilaksanakan oleh dokter forensik yang didatangkan dari Jayapura. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, baik pada bagian luar maupun bagian dalam tubuh korban.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Papua Barat, dr. Iskandar, mengatakan kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan membuat proses pemeriksaan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan autopsi pada umumnya.
“Penyampaian dari dokter forensik bahwa dengan kondisi korban yang sudah membusuk maka membutuhkan waktu lebih lama. Pemeriksaan dilakukan pada tubuh bagian luar dan dalam,” ujar dr. Iskandar pada Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, setelah pemeriksaan fisik selesai dilakukan, tim forensik juga mengambil sejumlah sampel dari tubuh korban untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium forensik.
Sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium di Jayapura atau Makassar guna mendukung proses penyelidikan secara ilmiah. Karena itu, hasil autopsi tidak dapat diperoleh dalam waktu singkat.
“Proses pemeriksaan korban yang lebih ilmiah membutuhkan waktu. Kami menjamin pemeriksaan dilakukan secara profesional dan parsial,” katanya.
Menurut dr. Iskandar, setelah seluruh data yang dibutuhkan dalam proses autopsi telah diperoleh, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi bagian dari alat bukti ilmiah yang digunakan penyidik untuk mengungkap penyebab pasti kematian Yanto Idorway.(LP3/Red)








