TNI Resmikan Hitadipa Intan Jaya Jadi Kampung Papua Damai

Published on

INTAN JAYA, LinkPapua.id – Koops TNI Habema meresmikan Kampung Hitadipa sebagai Kampung Papua Damai di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Deklarasi tersebut menjadi bagian dari pendekatan keamanan yang mengedepankan stabilitas jangka panjang bersama masyarakat lokal.

“TNI hadir bersama masyarakat, bukan menggantikan masyarakat. Dengan sinergi antara adat, gereja, pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan, kita bersama-sama membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Dansatgas Teritorial Koops TNI Habema Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan saat peresmian Kampung Hitadipa, Senin (17/8/2026).

Kampung Hitadipa menjadi titik pertemuan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan. Deklarasi tersebut diarahkan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat dan negara secara bertahap.

Baca juga:  Waterpauw Kenang Awal jadi Pj Gubernur PB: UU Otsus Ditolak, tapi Akhirnya Didukung

Konsep Kampung Papua Damai menempatkan masyarakat sebagai pemeran utama dalam pembangunan dan keberlanjutan perdamaian. Lembaga adat berperan menjaga identitas, tradisi, serta nilai budaya lokal agar tetap terpelihara.

Gereja dan tokoh agama turut memperkuat sisi kemanusiaan serta proses rekonsiliasi antarwarga dan dengan pihak luar. Pemerintah daerah berperan menyediakan pelayanan publik, pendidikan, dan akses kesehatan bagi masyarakat.

Sementara itu, aparat keamanan bertugas menciptakan ruang aman dalam aktivitas sehari-hari masyarakat. Peran tersebut mencakup kegiatan pembangunan, acara adat, hingga pelayanan gereja.

Baca juga:  Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Keerom Papua, Berpusat di Darat

Brigjen Stefie mengatakan kehadiran TNI di tengah masyarakat bertujuan memberikan pendampingan. Menurutnya, stabilitas jangka panjang di Papua Tengah membutuhkan komitmen bersama tanpa menggantikan peran masyarakat lokal.

Dia menilai kehadiran negara dapat dirasakan ketika masyarakat bisa berkebun dengan tenang, anak-anak kembali bersekolah, dan pelayanan kesehatan berjalan tanpa hambatan. Pendekatan militer yang sebelumnya formal kemudian diarahkan menjadi pendekatan dialogis sesuai kebutuhan dasar masyarakat.

Selain meresmikan Kampung Papua Damai, Koops TNI Habema juga meresmikan Jembatan Garuda di Distrik Hitadipa. Jembatan tersebut dibangun untuk membuka akses wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan konektivitas.

Baca juga:  Tatap Muka Kodim dan Wartawan, Komitmen Bangun Komunikasi Positif di Sorong

Jembatan Garuda menjadi penghubung antarwilayah di Intan Jaya. Kehadirannya diharapkan membuka akses masyarakat menuju pusat pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial.

Perdamaian di Hitadipa tidak hanya diukur dari tidak adanya gangguan keamanan atau bentrokan fisik. Ukurannya juga mencakup kemampuan masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari secara aman dan normal tanpa rasa takut.

Koops TNI Habema menilai kolaborasi masyarakat adat, gereja, pemerintah, masyarakat, serta TNI-Polri menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan wilayah. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan sekaligus menjaga keberlanjutan perdamaian di Hitadipa. (*/red)

Latest articles

1.813 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB Unipa 2026, Pecahkan Rekor MuRI Mahkota...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Sebanyak 1.813 mahasiswa baru mengikuti PKKMB Universitas Papua (Unipa) 2026 yang digelar serentak di Manokwari, Aimas Sorong, Papua Barat, serta di...

More like this

Warga di Puncak Papua Tengah Bakar Kantor Bupati-DPRD Usai Dana Desa Tertunda

PUNCAK, LinkPapua.id – Warga diduga membakar sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah....

Aparat Buru 2 Terduga Penembak Warga di FBLB Jayawijaya, Diduga KKB Pimpinan Egianus Kogoya

JAYAWIJAYA, LinkPapua.id – Aparat gabungan memburu dua terduga penembak dua warga di Festival Budaya...

Wamenpar Tinggalkan Jayawijaya Papua Pegunungan sebelum Penembakan FBLB Terjadi

JAYAWIJAYA, LinkPapua.id – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati atau Ni Luh...