Mulai Diberlakukan, Ini Aturan Larangan Mudik Lebaran 2021 di Papua Barat

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat akhirnya memberlakukan pelarangan mudik lebaran tahun 2021.

Aturan itu tertuang dalam Adendum Surat Edaran Gubernur Dominggus Mandacan, Nomor: 550/900/GBP/2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah di Papua Barat, selama 6 hingga 17 Mei mendatang.

Larangan tersebut diberlakukan untuk moda transportasi darat, laut dan udara, namun dengan pengecualian. Beberapa kendaraan masih diperolehkan melakukan perjalanan atas izin pemerintah, dengan syarat yang ketat. Ini untuk mencegah penularan Covid – 19 yang dikhawatirkan menyebar akibat meningkatnya mobilitas masyarakat saat lebaran.

Baca juga:  BI Perwakilan Papua Barat Luncurkan sejumlah Kebijakan selama Ramadhan dan Jelang Idul Fitri 1446 H

Pengecualian perjalanan dimaksud bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan atau kepentingan non mudik, yaitu tugas negara atau perjalanan dinas, keperluan pendidikan, pelayanan kesehatan darurat, Ibu Hamil atau rujukan orang sakit yang didampingi perawat, dan kunjungan duka.

Jam Operasional

Untuk moda transportasi darat, termasuk pejasa ojek dalam kabupaten/kota pun dikecualikan untuk melayani penumpang, dengan ketentuan, yaitu kendaraan penumpang Bus dan roda ernpat kapasitas maksimum memuat penumpang adalah 50% (tidak full seat). Sisa kapasitas angkutan dibolehkan untuk mengangkut logistik.

Baca juga:  Panitia HUT dan Natal 2024 Resmi Dibubarkan, PPA Papua Barat Komitmen Wujudkan Program 2025

Jam operasional kendaraan tersebut adalah Pukul 06.00 hingga 18.00 WIT. Tiap penumpang wajib melaksanakan protokol kesehatan.

Sedangkan, bagi transportasi lintas wilayah, tiap penumpang diharuskan menunjukan skrining dokumen surat ijin perjalanan dan surat keterangan Negatif Covid – 19, dengan RT-PCRT/Rapid Test Antigen yang dilaksanakan di pos control penyekatan daerah aglomerasi.

Bagi transportasi laut dan udara, skrining keberangkatan harus dilaksanakan oleh petugas KKP yang didampingi Satgas Covid – 19. Sementara, untuk skrining di pintu kedatangan harus diperiksa oleh TNI/POLRI dan Satgas Covid -19.

Baca juga:  Road Show Peringatan Hari Ibu ke-59, Menteri PPPA Berkunjung ke Manokwari

Lebih lanjut, bagi para pelaku perjalanan yang telah lebih dulu keluar dan hendak kembali masuk ke wilayah Papua Barat pada 17 Mei, diharuskan menjalani karantina mandiri selama 5×24 jam di fasilitas pemerintah atau hotel yang mampu memberlakukan disiplin protokol kesehatan ketat, dengan biaya secara mandiri pula.

Selain itu, Adendum Surat Edaran itu juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan silaturahmi secara virtual alias membatasi pertemuan fisik pada hari lebaran.(LP7/red)

Latest articles

Sarjito Resmi Pimpin Pengawasan Bursa Mineral, OJK Targetkan BMKS Berjalan 2027

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Sarjito resmi menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode...

More like this

Wagub Papua Barat: Edi Budoyo Dedikasikan Hidup untuk Pembangunan Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani mengenang mantan Wakil Bupati...

Akses Informasi BLUD Belum Merata, Papua Barat Dorong Pembinaan Digital

MANOKWARI, LinkPapua.id – Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Barat mendorong pembinaan Badan...

Pemprov Papua Barat Gandeng Kejati Cegah Persoalan Hukum, Gubernur Singgung Sengketa Lahan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat...