Akibat Covid-19, PAD UPTD Metrologi Legal turun 50 persen

Published on

Manokwari,Linkpapuabarat.com– Kepala UPTD Metrologi Legal Manokwari, Firmansyah Budi Saputra mengatakan selama masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari UPTD Metrologi menurun sampai 50 persen.

Hal ini dikarenakan UPTD Metrologi Legal tidak melakukan tera ulang satuan alat timbang di kios atau pasar secara umum. Pihaknya juga tidak melakukan tera secara luas dikarenakan adanya edaran dari Kementrian untuk menunda pelaksanaan tera.

Baca juga:  Songsong Pilkada, Polda Papua Barat Gelar Tabligh Akbar dan Deklarasi Damai

“Karena anggaran operasional untuk melakukan tera di kios atau pasar secara umum dialihkan untuk penanganan covid sehingga kita hanya melakukan tera diperusahaan, seperti di SPBU, Pertamina dan pabrik semen karena mereka membutuhkan sertifikasi tera dalam operasional pelayanan. Ini yang buat target retribusi kita menurun,”ungkap Firmansyah Budi baru-baru ini.

Baca juga:  Mersyana Djalimun Jabat Plt Sekda Manokwari

Dikatakan Firmansyah Budi, tahun ini pihaknya menargetkan PAD sebesar 30 juta. Namun hingga akhir November yang terealisasi baru sekitar 15-20 juta.

“Dari pusat juga ada edaran menunda melakukan tera sambil melihat kondisi pandemi ini. Kalau mau dipaksakan tetap melakukan tera tentu berbahaya apalagi pasar pasti sangat ramai akibat yang penumpukan massa. Kita hanya membuka layanan bagi masyarakat yang membawa timbangannya ke kantor untuk melakukan tera, karena kalau di kantor lebih bisa meminimalisir penumpukan massa dengan menerapkan protokol kesehatan,” tambah Firmansyah.

Baca juga:  Pasca Kebakaran Pasar Wosi, Pemkab Manokwari Janjikan Penataan Ulang

Dirinya menambahkan awal tahun depan UPTD Metrologi merencanakan terlebih dahulu melakukan pengawasan dan mendata keauratan alat ukur.  Masyarakat juga diminta melaporkan jika ada keluhan terhadap alat ukurnya. (LPB1/red).

Latest articles

Masyarakat Adat Sebyar Sentil 17 Tahun Aktivitas BP Tangguh: Pergi Saja...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Masyarakat adat Sebyar menuntut kejelasan manfaat ekonomi dari aktivitas migas BP Tangguh di wilayah adat mereka. Setelah 17 tahun aktivitas berjalan,...

More like this

Pemkab Manokwari Pastikan Peserta JKN Tak Dibebani Iur Biaya Tambahan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemkab Manokwari, Papua Barat, bersama BPJS Kesehatan memperkuat kepesertaan dan keaktifan...

Jaga Kesehatan di Usia Senja, Dora Rasakan Manfaat JKN hingga Kenal Prolanis

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dora Rumbarar (66), perempuan asal Manokwari, Papua Barat, memanfaatkan program Jaminan...

22 TPA dan TPQ di Manokwari Disiapkan Ikuti FASI 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id– Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Manokwari mematangkan persiapan pelaksanaan...