Antisipasi Konflik Zona Merah, Kesbangpol Bintuni Masuk Kampung Perkuat Wawasan Kebangsaan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, turun langsung ke kampung-kampung untuk memperkuat wawasan kebangsaan. Sosialisasi menyasar masyarakat, LSM, hingga partai politik.

“Tujuannya adalah meningkatkan wawasan kebangsaan bagi organisasi dengan sasaran kepada masyarakat, LSM, dan partai politik yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni,” ujar Sekretaris Kesbangpol Teluk Bintuni Kenny RA Kindewara saat Pameran Implementasi Aksi Perubahan di lobi Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Jumat (18/9/2026).

Kenny sebelumnya mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Aksi perubahan tersebut menjadi salah satu program yang ditampilkan dalam pameran yang diikuti peserta PKA dari 7 kabupaten di Papua Barat.

Baca juga:  Dinas PU Paparkan Fase Pengerjaan Sarana Olahraga di Gelanggang Argosigemerai

Kesbangpol memilih pendekatan langsung ke masyarakat karena masih terdapat beberapa wilayah Teluk Bintuni yang masuk zona merah. Sosialisasi dilakukan mulai dari kampung atau distrik hingga ke kota untuk memperkuat wawasan kebangsaan.

“Kita lihat di Bintuni ada beberapa daerah yang masuk zona merah sehingga kita masuk di daerah mulai dari kampung atau distrik hingga ke kota dan melakukan sosialisasi tentang wawasan kebangsaan,” katanya.

Menurut Kenny, sosialisasi tidak hanya berisi penyampaian materi tentang wawasan kebangsaan. Kesbangpol mendorong masyarakat memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap wilayah tempat tinggalnya.

Baca juga:  Ketua KPU Teluk Bintuni Resmi Buka Rapat Pleno Hasil Pemilu 2024

“Agar masyarakat memiliki rasa tanggung jawab terhadap daerah yang mereka tinggal, peduli terhadap wilayah tersebut. Jadi hal ini lebih kepada nasionalisme dan patriotisme,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Kesbangpol menemukan berbagai persoalan yang dihadapi organisasi maupun masyarakat. Koordinasi dengan Forkopimda Papua Barat serta TNI/Polri dilakukan ketika persoalan tersebut muncul di lapangan.

“Saat sosialisasi ada persoalan dari organisasi maupun lainnya, kita dapat melakukan koordinasi kepada Forkopimda Papua Barat, pihak TNI/Polri,” tuturnya.

Dia menilai tantangan Kesbangpol cukup besar karena perubahan pola pikir harus menyasar berbagai kelompok usia. Pendekatan tersebut mencakup masyarakat mulai dari pemuda hingga orang tua.

Baca juga:  BNN Tes Urine 285 Personel Polres Teluk Bintuni, 13 Terindikasi Positif Narkoba

“Kalau mau bilang tugas Kesbangpol itu berat, bagaimana kita merubah mindset dari pemuda hingga orang tua,” ucapnya.

Dalam aksi perubahan tersebut, Kenny tidak hanya memaparkan capaian program. Permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan di lapangan beserta solusi penyelesaiannya juga menjadi bagian dari laporan.

Capaian yang diraih meliputi komitmen bersama antar-stakeholder dan dukungan pimpinan. Selain itu, terbentuk tim kerja yang efektif serta diterbitkan surat keputusan sebagai landasan pelaksanaan kegiatan.

“Semua capaian ini merupakan aksi perubahan yang telah berjalan efektif dan terarah,” sebut Kenny. (LP14/red)

Latest articles

Bupati Yohanis Tinjau Aset BP Tangguh, Babo Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi...

0
TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengharapkan Distrik Babo sebagai pintu masuk Teluk Bintuni, dan distrik tertua ke depan akan ditata menjadi wilayah...

Akhirnya! Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Publik

More like this

Bupati Yohanis Tinjau Aset BP Tangguh, Babo Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Pesisir

TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengharapkan Distrik Babo sebagai pintu masuk Teluk...

Depicab SOKSI Teluk Bintuni Dukung Fraksi Golkar Pertanyakan Penurunan 81 Persen DBH Migas Otsus 2027

MANOKWARI, Linkpapua.id- Dewan Pimpinan Cabang Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depicab SOKSI) Kabupaten Teluk...

Datang Bersama Anak dan Ibu, Korban KDRT Cari Keadilan di PN Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Nur Qisti (29), memprotes proses...