26.7 C
Manokwari
Selasa, Februari 10, 2026
26.7 C
Manokwari
More

    Bahasa Papua Terancam Globalisasi, Prof Hugo Warami Dorong Linguistik Mitigasi Sosial

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Rektor Universitas Papua (UNIPA) Prof Hugo Warani yang dikukuhkan jadi guru besar menyoroti ancaman globalisasi terhadap eksistensi bahasa daerah di tanah Papua yang kini mulai meredup. Dia mendorong penggunaan linguistik antropologi dan forensik sebagai instrumen mitigasi sosial untuk mencegah konflik serta menjaga harmoni di tengah masyarakat multietnik.

    “Generasi muda memang harus akrab dengan dunia global, tetapi ketika keakraban intraetnik melemah, bahasa dan budaya lokal perlahan meredup,” kata Prof Hugo dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besar di Aula Utama UNIPA, Manokwari, Rabu (14/9/2026).

    Baca juga:  IKA UNIPA Lakukan Konsolidasi, Setelah Mansel Menuju Sorsel

    Menurutnya, arus informasi global melalui media elektronik telah memicu pergeseran nilai dan cara hidup masyarakat lokal. Kondisi ini dikhawatirkan menggerogoti ruang mental kelokalan yang membuat warga tercerabut dari akar budayanya sendiri.

    “Bahasa adalah rumah identitas. Ketika bahasa melemah, identitas pun perlahan terkikis,” tegasnya.

    Prof Hugo menyebut bahasa memiliki peran sentral sebagai pilar pemersatu sekaligus cermin jati diri yang tidak boleh diabaikan. Keanekaragaman budaya merupakan kekayaan besar yang menyimpan sejarah serta pengetahuan lintas generasi.

    Baca juga:  3 Siswa SMAN 1 Manokwari Terpilih Ikut Program Pelajar ke AS

    “Ilmu pengetahuan harus bermakna bagi kehidupan sosial. Linguistik tidak boleh berhenti di ruang kelas atau jurnal, tetapi harus hadir menjawab persoalan masyarakat multietnik,” ujarnya.

    Dia menilai ilmu linguistik harus bertransformasi menjadi solusi praktis untuk menjembatani perbedaan di tengah masyarakat. Hal ini diperlukan agar keberagaman bahasa di Indonesia tetap menjadi fondasi nyata semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

    “Linguistik bukan sekadar ilmu bahasa, tetapi alat mitigasi sosial untuk merawat harmoni dan menghindari sisi kelam keberagaman,” ucapnya.

    Baca juga:  356 Mahasiswa STKIP Muhammadiyah akan Magang di Manokwari dan Mansel

    Eksplorasi terhadap keberagaman budaya saat ini membutuhkan ranah keilmuan yang mampu membangun ruang saling memahami. Pendekatan linguistik strategis menjadi keniscayaan untuk meredam potensi ketegangan sosial di wilayah Papua.

    Kekayaan 720 bahasa daerah di Indonesia kini sedang menghadapi tekanan serius dari arus penyeragaman cara hidup global. Prof Hugo menegaskan mitigasi melalui jalur keilmuan bahasa adalah pilihan mutlak demi masa depan Papua. (LP14/red)

    Latest articles

    Buka Manasik Haji Terintegrasi Digelar, Wabup Mugiyono Doakan Raih Haji Mabrur

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari bersama Kementerian Haji dan Umrah menyelenggarakan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten/Kota dan Kecamatan Tahun 1447 Hijriah/2025 Masehi bagi jemaah calon haji...

    More like this

    Komisi II DPR RI Bahas Peluang Daerah Kelola Kawasan Perbatasan di Papua

    MERAUKE, LinkPapua.id - Komisi II DPR RI tengah mendiskusikan pemberian kewenangan lebih besar bagi...

    Wamendagri Ribka Haluk Dorong PLBN Papua Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

    JAYAPURA, LinkPapua.id - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan pemerintah pusat berkomitmen...

    Gubernur Apolo: Seolah-olah Otsus Papua, tapi Khususnya Tidak Ada

    MERAUKE, LinkPapua.id - Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengkritik adanya benturan regulasi yang membuat...