Bupati Teluk Bintuni Dorong Sinkronisasi Otsus dalam RKPD 2027

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Papua Barat, memperkuat sinergi pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) agar selaras dengan prioritas pembangunan nasional dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Langkah strategis ini bertujuan memastikan tiap program daerah menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara efektif dan efisien.

“Kita harus memastikan setiap rupiah yang digunakan, terutama dari dana Otsus, benar-benar direncanakan dengan baik untuk pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan pelayanan publik yang berkualitas. Mari kita bahas bersama agar hasilnya maksimal untuk rakyat Teluk Bintuni,” kata Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy dalam Musrenbang Otsus dan RKPD di Gedung Sasana Karya Kantor Bupati, Kamis (23/4/2026).

Yohanis mengapresiasi pelaksanaan forum musyawarah ini sebagai landasan kemajuan daerah. Dia menekankan perencanaan pembangunan wajib menghasilkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat ketimbang sekadar memenuhi aspek administratif.

Baca juga:  Gubernur PBD–Bupati Raja Ampat Kompak: Tambang PT Gag Nikel Tak Rusak Alam

Ketua panitia sekaligus Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Teluk Bintuni Ida Bagus Putu Suratna memaparkan dasar hukum kegiatan yang merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2004. Aturan tersebut mengatur sistem perencanaan nasional yang mewajibkan daerah menyusun RKPD sebagai rencana kerja tahunan.

Ida Bagus juga menjelaskan UU Nomor 23 Tahun 2014 jo UU Nomor 9 Tahun 2015 yang mengatur kewenangan daerah dalam menyusun rencana pembangunan. Regulasi ini mencakup hubungan antara dokumen perencanaan jangka panjang dan menengah.

Penyelenggara turut menyertakan UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. UU ini menyelaraskan perencanaan dengan penganggaran daerah, termasuk sumber pendanaan RKPD.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk merumuskan rancangan rencana kerja pembangunan daerah yang terarah, efektif, dan efisien, serta memastikan agar program-program yang akan dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Baca juga:  BP Berau Ltd Bantah Dugaan Pemalsuan Dokumen Program NSH di Teluk Bintuni

Pemerintah daerah menghadirkan narasumber berkompeten seperti Dirjen Bina Keuangan Daerah Agus Fatoni dan Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Rikie. Hadir pula Direktur Fasilitasi Transfer dan Pembiayaan Utang Daerah Nasrun serta Kasubdit Perencanaan Daerah Wilayah IV Fajar Zulkornelis.

Tim teknis lainnya meliputi Analis Kebijakan Ahli Muda Rino Rio Kent serta Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Ahli Muda Agnes Elisabeth Pieter. Jajaran narasumber ini lengkap dengan kehadiran Kasubag Organisasi Juhardi Ananda Putra dan Staf Ahli Dirjen Keuda Vebby Oktavia Anggraini.

Fathoni pada kesempatannya menjelaskan materi teknis mengenai pengelolaan keuangan daerah di hadapan para peserta. Dia menyoroti pentingnya sinergitas lintas sektor antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten untuk mencapai target pembangunan.

Lebih jauh, Fathoni menginstruksikan pemerintah daerah agar menyinkronkan perencanaan dengan 8 klaster program kerja prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto. Dia menilai pemahaman terhadap agenda nasional ini menjadi landasan kuat bagi program di tingkat daerah.

Baca juga:  Yohanis-Joko Resmi Pimpin Teluk Bintuni, Siap Wujudkan Daerah SERASI

“Pembangunan harus bergerak selaras. Oleh karena itu, pemahaman terhadap 8 klaster prioritas nasional ini sangat penting agar program daerah memiliki landasan yang kuat dan sejalan dengan visi pembangunan nasional,” jelasnya.

Selain masalah sinkronisasi, Fatoni mengingatkan seluruh pejabat daerah mengenai pentingnya aspek akuntabilitas keuangan. Dia menuntut proses pelaporan dan pertanggungjawaban berjalan transparan serta tepat waktu.

“Jangan sampai ada keterlambatan dalam pelaporan. Administrasi yang rapi dan pelaporan yang cepat adalah kunci agar kepercayaan terhadap pengelolaan keuangan daerah tetap terjaga dan pembangunan dapat berjalan kontinu,” terangnya.

Agenda ini melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimda, legislator DPRP Papua Barat, dan MRP Papua Barat. Tokoh adat, agama, pemuda, hingga tokoh perempuan juga hadir. (LP5/red)

Latest articles

Gondol Uang-Laptop Usai Bobol Kios di Pasir Putih Manokwari, 2 Pelaku...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Polisi menangkap 2 pelaku pencurian kios di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Kedua pelaku diduga membobol kios lalu menggondol uang tunai dan...

More like this

48 Siswa TK Bhayangkari Ransiki Dilepas Lewat Pentas Seni, Orang Tua Dibikin Haru

MANSEL, LinkPapua.id – Taman Kanak-Kanak (TK) Kemala Bhayangkari 08 Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel),...

Bupati Anisto Paparkan Capaian Daerah di Upacara HUT Ke-23 Teluk Bintuni

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy atau Anisto memaparkan sejumlah capaian...

Wabup Joko Ziarah Makam Tokoh Pemekaran Jelang HUT ke-23 Bintuni

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara berziarah ke makam...