Disbudpar Raja Ampat Latih Warga Pantai Utara Jadi Instruktur Surfing

Published on

RAJA AMPAT, LinkPapua.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Raja Ampat, Papua Barat Daya, menggelar pelatihan selancar air (surfing) bagi warga pantai utara untuk mencetak instruktur lokal. Kegiatan ini resmi dibuka Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Disbudpar Raja Ampat, Stenly Rahman, di Kampung Boni, Distrik Wawarbomi, Senin (27/10/2025).

“Kegiatan pembukaan pelatihan selancar air (surfing) berkisar 30 peserta dari pasir pantura (pantai utara) bertempat,” ujar Stenly dalam sambutannya.

Ia mengatakan pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mengembangkan potensi olahraga surfing dan pariwisata di Raja Ampat. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan di wilayah pantai utara.

Baca juga:  Terlambat 4 Bulan, Bupati Manokwari Akhirnya Serahkan RPJMD

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan laut,” katanya.

Stenly menilai pelatihan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis wisata bahari. Ia berharap program ini bisa menjadi contoh bagi kampung lain untuk mengembangkan potensi wisata serupa.

Ia juga menyinggung pembukaan Bandara DEO sebagai bandara internasional yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke Raja Ampat. Dengan begitu, kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata juga ikut tumbuh.

Baca juga:  Sorong Selatan Dinyatakan Bebas Malaria, 3 Kabupaten Masih Endemis Tinggi

Selain pelatihan, peserta juga mendapat perlengkapan praktik dan inventaris surfing untuk kegiatan penyewaan papan selancar. Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret meningkatkan kemandirian masyarakat lokal.

“Program-program ini menjadi terobosan awal pelatihan surfing yang merupakan langkah maju signifikan dalam mengembangkan potensi wisata di Raja Ampat,” ucap Stenly.

Ia menjelaskan, pelatihan surfing ini merupakan hasil perencanaan panjang selama 10 tahun yang baru bisa terealisasi di masa pemerintahan Bupati Orideko Burdam. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Baca juga:  Tok! Lukas Enembe Divonis 8 Tahun Penjara

Stenly menambahkan, sejak 2022 Disbudpar Raja Ampat telah empat kali menggelar pelatihan diving dengan peserta dari berbagai daerah. Kini, melalui pelatihan surfing, masyarakat diharapkan bisa memperluas keterampilan dan memperkuat daya tarik wisata daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pelatih surfing PON Papua Barat, Theodoris, tim Disbudpar Raja Ampat, Kepala Distrik Wawarbomi Yohanis Rumbarak, Kepala Kampung Boni Naftali Mirino, Plt Kepala Kampung Warkori Markus Wanma, serta para tamu undangan lainnya. (LP10/red)

Latest articles

Suporter Bakar Mobil-Rusak Fasilitas Stadion Lukas Enembe Jayapura

0
JAYAPURA, LinkPapua.id – Sejumlah oknum suporter membakar mobil dan merusak fasilitas Stadion Lukas Enembe usai Persipura Jayapura gagal promosi ke Super League. Massa meluapkan...

More like this

bp Kirim Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Menuju Lepas Pantai Fakfak Papua Barat

KEPRI, LinkPapua.id – Perusahaan energi bp mengirimkan unit jacket pertama untuk kebutuhan instalasi lepas...

Wabup Joko Kunjungi CJH Teluk Bintuni di Asrama Haji Sudiang Makassar: Semoga Mabrur!

MAKASSAR, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara mengunjungi rombongan calon jemaah...

Pagar Puskesmas Tahota Mansel Roboh, padahal Baru 3 Bulan Dibangun

MANSEL, LinkPapua.id - Pagar Puskesmas Tahota di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, roboh...