26.4 C
Manokwari
Rabu, Maret 25, 2026
26.4 C
Manokwari
More

    Disdik Papua Barat Minta Evaluasi MBG Usai Kasus Keracunan Makanan

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Papua Barat meminta evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai kasus keracunan makanan yang menimpa 13 siswa di Manokwari. Peristiwa itu menimbulkan trauma bagi anak-anak dan kekhawatiran di kalangan orang tua.

    Sebanyak 12 siswa SD Inpres 45 Arowi dan 1 siswa SMP Negeri 13 Manokwari mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan MBG. Kasus ini mendapat perhatian serius dari Disdik Papua Barat.

    Baca juga:  Kunjungi Fakfak, Ali Baham Minta Kesiapan Petani Menuju Swasembada Pangan

    Plt Kepala Disdik Papua Barat, Barnabas Dowansiba, menyebut dampak sosial dari kasus ini sangat mengkhawatirkan. Dia khawatir siswa akan menolak program MBG karena takut mengalami hal serupa.

    “Pastinya pihak orang tua dan guru juga menjadi waswas dan khawatir makanan yang diberikan kepada siswa-siswi, baik untuk dimakan atau tidak,” ujarnya di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (4/8/2025).

    Barnabas berharap penyedia makanan MBG benar-benar menjaga keamanan dan kebersihan makanan. Dia menegaskan keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai, kata dia, MBG ditolak karena trauma dengan kasus keracunan.

    Baca juga:  Gerindra Papua Barat Desak Gubernur Segera Roling Jabatan Pimpinan OPD yang Tidak Loyal

    Dia mengakui program MBG memiliki tujuan mulia untuk meringankan beban ekonomi orang tua. Namun, dia menekankan perlunya pendampingan dan pengawasan yang ketat dalam pelaksanaannya.

    “Mari kita lakukan yang terbaik untuk anak-anak kita. Karena pemerintah telah menyiapkan anggaran yang besar untuk program ini. Jangan sampai program ini ditolak karena trauma kasus keracunan,” katanya.

    Baca juga:  Kasihiw Minta Aparat Kampung Taat Asas Dalam Mengelola Keuangan

    Barnabas juga menyarankan agar setiap makanan yang disajikan kepada siswa diperiksa terlebih dahulu. Dia mendorong semua pihak yang terlibat lebih disiplin dalam menjalankan tugasnya.

    “Bisa jadi akibat kelalaian menjadikan MBG tertolak sehingga menjadi mubazir. Dengan kejadian ini masing-masing mengevaluasi diri sendiri karena juga tidak mungkin pihak-pihak tertentu sengaja ingin membuat makanan yang beracun. Adapun jika makanan beracun, maka yang menjadi korban adalah siswa-siswi secara massal,” ucapnya. (LP14/red)

    Latest articles

    Persipegaf Launching Jersey Baru, Siap Arungi Liga 4

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba S.Pd.K., M.Si bersama Sekretaris Daerah, Ever Dowansiba S.IP, M.Si resmi melauncing jersey baru tim kebanggaan masyarakat Pegunungan...

    More like this

    Persipegaf Launching Jersey Baru, Siap Arungi Liga 4

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba S.Pd.K., M.Si bersama Sekretaris Daerah, Ever Dowansiba...

    Resmi! Ini Penampakan dan Makna Logo Pesparani Katolik IV Papua Barat 2026

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Logo Pesparani Katolik IV Provinsi Papua Barat 2026 di Kabupaten Teluk...

    Baku Tembak Pecah di Aifat Selatan Maybrat, 2 TNI AL Gugur

    MAYBRAT, LinkPapua.id - Kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok sipil bersenjata pecah di...