Ditembak Dalam Air, Ini Cerita Mengerikan Prajurit TNI yang Lolos dari Amukan OPM di Maybrat

Published on

MAYBRAT, Linkpapua.com- Insiden penyerangan di Posramil TNI Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan (Afsel), Kabupaten Maybrat, Papua Barat, meninggalkan cerita mencekam dan duka mendalam.

Dalam kejadian pada Kamis dini hari (2/8/2021) yang kemudian diakui oleh pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) sebagai dalang alias pihak bertanggung jawab, menewaskan empat Prajurit TNI, termasuk Komandan Pos yang belakangan kemudian ditemukan tewas mengerikan.

Dari korban yang ditemukan tidak bernyawa, terdapat salah satu yang akhirnya selamat dalam peristiwa serangan 50-an orang terhadap aparat negara itu. Prajurit itu bernama Pratu Iqbal. Dia pun mengungkapkan detik-detik menegangkan sekaligus mengerikan yang dialaminya.

Baca juga:  Perekaman KTP-el Papua Barat Baru 74 Persen, Ini Rincian per Kabupaten/Kota

“Saya melompat ke dalam air di belakang pos. Saya buka pintu, tengok aman, saya langsung lompat ke sungai. Mereka masih tembaki saya. Saya menyelam di dalam air terus dibawa arus sampai ke bawah,”kata Pratu Iqbal, salah satu prajurit TNI yang lolos dalam peristiwa Maut tersebut dikutip dari video yang tersebar di jagat maya.

Baca juga:  Jelang Pelaksanaan W20 dan Y20, Panitia Klaim Persiapan Sudah 75 Persen

Saat Pratu Iqbal meloloskan diri melalui sungai, kelompok TPNPB-OPM masih terus melakukan pengejaran terhadap dirinya. “Saat turun dalam air, mereka masih tetap tembak saya, tapi saya menyelam dalam air,” kisahnya.

Dalam video itu Pratu Iqbal ditanya oleh salah satu rekannya perihal senjata yang digunakan oleh TPNPB-OPM. Dia pun secara gamblang mengakui bahwa dalam penyerahan itu, TPNPB-OPM membawa senjata api.

Baca juga:  Kembali Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Gubernur: Berikan Kontribusi Maksimal

“Berarti mereka ada pucuk (senjata api), ya?” tanya rekannya. “Siap, ada dengan senjata rakitan,” jawab Pratu Iqbal. Selain itu mereka menenteng sejumlah benda tajam.

Pratu Iqbal mengaku di Posramil TNI Kampung Kisor, hanya ada satu pucuk senjata yang dimiliki sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

“Senjata di sana, senjata hanya satu saja, kita tidak bisa buat apa-apa,” katanya. (LP2/red)

Latest articles

Penduduk Miskin Papua Barat Capai 98.460 Orang di Maret 2026, Terbanyak...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Jumlah penduduk miskin di Papua Barat mencapai 98.460 orang pada Maret 2026. Mayoritas penduduk miskin tersebut berada di wilayah perdesaan dengan...

More like this

Penduduk Miskin Papua Barat Capai 98.460 Orang di Maret 2026, Terbanyak di Perdesaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Jumlah penduduk miskin di Papua Barat mencapai 98.460 orang pada Maret...

Festival Kopi Manokwari Diharapkan Dongkrak Perekonomian dan Promosi Produk Lokal

MANOKWARI, Linkpapua.id– Festival Kopi yang digelar Komunitas Kopi Manokwari mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten...

Festival PAUD Kreatif Manokwari Tanamkan Semangat Kemerdekaan dan Karakter Anak Sejak Dini

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bunda PAUD Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, pada Festival PAUD Kreatif yang...