Ditembak Dalam Air, Ini Cerita Mengerikan Prajurit TNI yang Lolos dari Amukan OPM di Maybrat

Published on

MAYBRAT, Linkpapua.com- Insiden penyerangan di Posramil TNI Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan (Afsel), Kabupaten Maybrat, Papua Barat, meninggalkan cerita mencekam dan duka mendalam.

Dalam kejadian pada Kamis dini hari (2/8/2021) yang kemudian diakui oleh pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) sebagai dalang alias pihak bertanggung jawab, menewaskan empat Prajurit TNI, termasuk Komandan Pos yang belakangan kemudian ditemukan tewas mengerikan.

Dari korban yang ditemukan tidak bernyawa, terdapat salah satu yang akhirnya selamat dalam peristiwa serangan 50-an orang terhadap aparat negara itu. Prajurit itu bernama Pratu Iqbal. Dia pun mengungkapkan detik-detik menegangkan sekaligus mengerikan yang dialaminya.

Baca juga:  Pangdam Kasuari: Adat Adalah Darah dan Urat Nadi, Harus Dirawat

“Saya melompat ke dalam air di belakang pos. Saya buka pintu, tengok aman, saya langsung lompat ke sungai. Mereka masih tembaki saya. Saya menyelam di dalam air terus dibawa arus sampai ke bawah,”kata Pratu Iqbal, salah satu prajurit TNI yang lolos dalam peristiwa Maut tersebut dikutip dari video yang tersebar di jagat maya.

Baca juga:  9 Kabupaten di Papua Barat PPKM Level 3: Rumah Ibadah Buka, Resepsi Pernikahan Boleh

Saat Pratu Iqbal meloloskan diri melalui sungai, kelompok TPNPB-OPM masih terus melakukan pengejaran terhadap dirinya. “Saat turun dalam air, mereka masih tetap tembak saya, tapi saya menyelam dalam air,” kisahnya.

Dalam video itu Pratu Iqbal ditanya oleh salah satu rekannya perihal senjata yang digunakan oleh TPNPB-OPM. Dia pun secara gamblang mengakui bahwa dalam penyerahan itu, TPNPB-OPM membawa senjata api.

Baca juga:  Di Hadapan Guru Manokwari, Wamendikdasmen Akui Tunjangan Jauh dari Layak

“Berarti mereka ada pucuk (senjata api), ya?” tanya rekannya. “Siap, ada dengan senjata rakitan,” jawab Pratu Iqbal. Selain itu mereka menenteng sejumlah benda tajam.

Pratu Iqbal mengaku di Posramil TNI Kampung Kisor, hanya ada satu pucuk senjata yang dimiliki sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

“Senjata di sana, senjata hanya satu saja, kita tidak bisa buat apa-apa,” katanya. (LP2/red)

Latest articles

Wabup Bintuni Buka Turnamen Bulu Tangkis Kapolres Cup, 126 Peserta Bersaing 

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara membuka secara resmi turnamen bulu tangkis Kapolres Cup 2026. Kompetisi ini digelar sebagai...

More like this

Hari Pertama Pesparawi XIV, Ketua Persit KCK Kasuari Puji Penampilan-Semangat Pelayanan Peserta

MANOKWARI, LinkPapua.id - Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah XVIII/Kasuari, Mevi Christian Tehuteru,...

PSA Jawa Timur Tampilkan Harmonisasi Matang di Pesparawi Nasional XIV

MANOKWARI, LinkPapua.id - Kontingen paduan suara anak (PSA) Provinsi Jawa Timur menyajikan penampilan yang...

PSA Maluku Tampil Percaya Diri di Pesparawi Nasional XIV, Serahkan Hasil ke Dewan Juri

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen paduan suara anak (PSA) Provinsi Maluku tampil percaya diri dalam...